Ilustrasi(Dok Istimewa)
Laga perdana Liga Super League 2026/2027 yang mempertemukan Java United FC melawan Garudayaksa FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (6/9), diprediksi akan berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama mengusung misi besar untuk menyuguhkan permainan terbaik sekaligus mengamankan poin penuh di awal musim.
Java United FC, yang sebelumnya dikenal sebagai Malut United FC dan kini bermarkas di Semarang, tidak ingin kehilangan muka di depan pendukung sendiri. Tim berjuluk Laskar Kepodang Emas ini berkomitmen tampil maksimal dalam debut kandang mereka setelah bertransformasi identitas.
Di sisi lain, Garudayaksa FC datang sebagai tim promosi yang berbasis di Stadion Pakansari, Cibinong. Tim berjuluk The Spirit of Garuda ini bertekad membuktikan bahwa mereka layak bersaing di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air dan mampu kompetitif melawan tim-tim mapan.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.30 WIB di stadion berkapasitas 18.000 penonton tersebut menjadi ujian perdana bagi kesiapan fisik dan mental kedua kesebelasan.
Persiapan Matang Laskar Kepodang Emas
Pelatih Java United FC, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa skuadnya telah siap tempur. Persiapan komprehensif mulai dari aspek mental, fisik, hingga strategi teknis telah dimatangkan menjelang laga pembuka ini.
"Kami telah siap bertanding. Berbagai persiapan dari mulai mental, fisik, teknik maupun strategis telah dipersiapkan dengan matang menghadapi laga perdana ini," ujar Fabio Lefundes.
Meski diunggulkan sebagai tuan rumah, Fabio enggan meremehkan kekuatan lawan. Ia menilai Garudayaksa FC dihuni oleh pemain-pemain berpengalaman yang bisa menyulitkan timnya. "Kami tidak anggap enteng lawan, terutama pada laga perdana ini," imbuhnya.
Manajer Java United, Alan Haviludin, menambahkan bahwa kemenangan menjadi harga mati untuk menebus defisit poin yang dialami tim. Sebagai konsekuensi perubahan home base, Java United harus menerima pengurangan dua poin di awal musim.
"Kami menerima keputusan yang sudah ditetapkan. Tugas kami sekarang ialah mendapatkan poin sebanyak mungkin untuk tetap bersaing di liga dan menutupi pengurangan poin tersebut," tutur Alan.
Garudayaksa FC Tolak Status Underdog
Sementara itu, pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, menegaskan bahwa timnya tidak datang ke Semarang hanya untuk bertahan. Pelatih asal Serbia ini menolak label underdog yang kerap disematkan kepada tim promosi.
"Kami bukan tim underdog, meskipun mendapat tekanan sebagai pendatang baru di Liga Super League ini," tegas Milos Joksic.
Milos justru memanfaatkan tekanan tersebut untuk memotivasi para pemain agar bermain percaya diri, mengandalkan kecepatan, dan menguasai aliran bola. Garudayaksa FC mematok target ambisius untuk finis di posisi enam besar pada musim perdana mereka.
“Saya mendengar sebutan underdog, namun bagi kami keyakinan dan kerja keras adalah kunci utama, bukan sejarah atau reputasi lawan," tambahnya.
Menghadapi Java United, Garudayaksa FC telah menyiapkan identitas permainan baru yang lebih berani menyerang. Mereka ingin membuktikan bahwa status sebagai pendatang baru tidak akan menghalangi mimpi besar mereka di Liga Super League 2026/2027.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)
