CNN Indonesia
Minggu, 31 Agu 2025 13:00 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menjanjikan 'surga' bagi keluarga tentaranya yang tewas membela Rusia dalam perang dengan Ukraina. Dia juga memuji keluarga yang ditinggalkan atas kepahlawanan putra dan suami mereka yang dia sebut sebagai 'martir'.
CNN memberitakan berdasarkan informasi dari kantor berita Korut, KCNA, bahwa Kim menggelar acara pada Jumat (29/8) untuk menjamu keluarga para prajurit dan menyampaikan "kesedihan karena gagal menyelamatkan nyawa berharga" prajurit yang gugur.
Kiprah heroik para prajurit disebut muncul berkat kekuatan dan keberanian dari keluarga, yang dikatakan Kim sebagai 'orang-orang paling ulet, patriotik, dan adil di dunia'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bahkan tidak menulis surat singkat kepada saya, tetapi saya pikir mereka telah mempercayakan keluarga mereka, termasuk anak-anak tercinta, kepada saya," kata Kim.
Negara akan "memberikan Anda kehidupan yang indah di negara yang dipertahankan dengan pengorbanan nyawa para martir," ujarnya lagi.
KCNA menayangkan Kim membungkuk ke hadapan anggota keluarga di acara tersebut.
Pertemuan tersebut merupakan penghormatan terbaru bagi pasukan Korut yang menderita banyak korban di wilayah Kursk, Rusia, berbatasan dengan Ukraina. Kim dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui pengerahan pasukan tersebut pada April setelah berbulan-bulan bungkam.
KCNA pada Sabtu (30/8) menayangkan film dokumenter berdurasi 25 menit yang menampilkan rekaman tentara yang ikut dalam 'Operasi Pembebasan Kursk' untuk mengusir pasukan Ukraina dari wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina.
Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian rekaman yang menunjukkan pasukan Korut terlibat dalam pertempuran secara independen.
Film tersebut mengatakan Kim membuat keputusan mengerahkan pasukan ke Rusia pada Agustus lalu. Ini berarti keputusan diambil dua bulan setelah Kim dan Putin menandatangani perjanjian keamanan yang mencakup pakta pertahanan bersama.
Kim dijadwalkan bergabung dengan Putin di China dalam parade militer pekan depan untuk memperingati penyerahan Jepang dalam Perang Dunia II. Ini akan menjadi pertemuan ketiga mereka dalam dua tahun terakhir, di mana mereka secara dramatis meningkatkan aliansi militer.
Kedua negara belum mengungkap secara terbuka skala pengerahan pasukan atau korban jiwa yang diderita pasukan Korut. Menurut badan intelijen Korea Selatan sekitar 600 orang tewas dari total 15.000 pasukan yang dikerahkan.
Sementara intelijen Barat memperkirakan lebih dari 6.000 korban jiwa.
(fea/fea/fea)