Istana Tanggapi Hasil Survei Prabowo Turun di SMRC

4 hours ago 2

ISTANA Kepresidenan menanggapi turunnya hasil survei opini publik terhadap Presiden Prabowo Subianto. Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat Ketua Umum Partai Gerindra itu kehilangan poin dalam tingkat kepuasan dan elektabilitas selama sembilan bulan terakhir.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan tak khawatir dengan hasil survei. "Sejak awal selalu kami sampaikan bahwa kami bekerja bukan dalam rangka mencari survei," kata dia dalam keterangan video Sekretariat Presiden, Kamis malam, 30 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pemerintah, kata Prasetyo, yakin program-program yang dibawa Presiden Prabowo adalah baik untuk masyarakat. Karena itu, seluruh kementerian dan lembaga akan terus mengerjakan program yang diusulkan oleh Presiden.

"Kami tidak pernah melihat atau bekerja hanya untuk mengejar sebuah survei. Tapi dari apa yang kami kerjakan, kami yakin rakyat akan bisa menerima apa yang sudah kita jalankan sebagai janji kampanye," ucapnya.

Pemerintah, ia berujar, memahami bahwa bangsa dan negara Indonesia memiliki cita-cita bersama. Yaitu untuk menjadi semakin maju, sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, ketahanan pangan, energi, industrialisasi, hingga hilirisasi.

Lembaga survei, SMRC, sebelumnya merilis hasil survei elektabilitas terbaru pada Rabu, 29 Juli 2026. Hasilnya menunjukkan Presiden Prabowo Subianto tidak akan memenangkan pemilihan umum atau pemilu jika digelar saat ini.

Prabowo hanya menempati posisi kedua dalam simulasi pemilu semi terbuka yang dilaksanakan SMRC. "Bila pemilihan presiden dilakukan sekarang dan Prabowo maju sebagai calon, kemungkinan dia tidak akan terpilih kembali," kata Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani dalam keterangannya pada Rabu ini.

Menurut Deni, hasil survei bertajuk "Elektabilitas Calon-calon Presiden" menunjukkan Prabowo Subianto memperoleh 14,5 persen suara dari responden. Ia kalah dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan 35 persen suara di posisi pertama.

Deni menjelaskan bahwa dalam 9 bulan terakhir, elektabilitas Prabowo di simulasi semi terbuka menurun dari 34,9 persen di survei November 2026 menjadi 14,5 persen di survei Juli 2026. Sementara, di periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen.

Deni menjelaskan populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara acak, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telpon (83,8 persen), sementara yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen).

Proporsi ini sesuai dengan populasi pengguna telepon seluler dan yang tak menggunakannya. Margin of error survei ini lebih kurang 3,7 persen. Survei terakhir dilakukan pada 5-19 Juli 2026.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |