Israel Klaim Kepala RS Gaza Ditahan secara Sah dan tidak Sekarat

2 weeks ago 12
Israel Klaim Kepala RS Gaza Ditahan secara Sah dan tidak Sekarat Hussam Abu Safiya.(Al Jazeera)

ISRAEL mengeklaim pada Jumat (10/7) bahwa penahanan direktur rumah sakit Gaza, yang ditahan sejak Desember 2024, adalah sah dan menolak laporan bahwa ia menderita kondisi yang mengancam jiwa.

Hussam Abu Safiya, "Ditahan secara sah oleh Israel berdasarkan intelijen konkret," kata misi diplomatik Israel di Jenewa pada media social X. Zionis menuduhnya sebagai kolonel di Hamas.

"Pada tahap penahanannya, ia tidak menunjukkan indikasi kondisi yang mengancam jiwa." 

Pernyataan itu muncul setelah tim investigasi PBB dan beberapa pakar hak asasi manusia PBB minggu ini menyuarakan kekhawatiran tentang kasus tersebut.

Dokter anak dan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza menjadi terkenal pada tahun 2024 dengan memposting tentang kondisi mengerikan di rumah sakitnya yang terkepung di Beit Lahia selama serangan besar Israel.

Pada tanggal 27 Desember tahun itu, pasukan Israel memulai serangan terhadap fasilitas tersebut. Zionis menuding satu-satunya rumah sakit yang berfungsi di Gaza utara pada saat itu sebagai pusat teroris Hamas dan menangkap puluhan staf medis, termasuk Abu Safiya.

Empat pakar hak asasi manusia independen PBB mengatakan dalam satu pernyataan pada Selasa (7/7) bahwa penahanan sewenang-wenang Dr. Abu Safiya yang berkelanjutan tanpa dakwaan atau pengadilan merupakan cerminan dari penargetan sistematis Israel terhadap pekerja kesehatan Palestina.

Komisi Penyelidikan (CoI) independen PBB tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki mengeluarkan pernyataan terpisah pada Rabu yang menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan kredibel bahwa Dr. Hussam Abu Safiya mengalami pelecehan yang berkelanjutan dan berat selama penahanannya.

Komisi tersebut menyerukan pembebasan segera, tanpa syarat, dan aman baginya serta mendesak otoritas Israel untuk segera memberikan perawatan medis independen kepadanya.

Komisi Penyelidikan (CoI), yang sebelumnya menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, menyatakan bahwa perlakuan buruk yang dilaporkan terhadap Abu Safiya sesuai dengan pola pelanggaran yang lebih luas tersebut.

Pernyataan misi Israel menolak bahwa Abu Safiya ditahan secara sewenang-wenang. Zionis menuduhnya mengelola Rumah Sakit Kamal Adwan sebagai salah satu pusat teror Hamas.

Dokter tersebut, tambahnya, "Memanfaatkan posisinya di rumah sakit untuk mengalihkan sumber daya kemanusiaan
yang ditujukan untuk kebutuhan sipil ke tujuan teroris."

"Penahanannya yang sah tunduk pada tinjauan administratif reguler dan pengawasan yudisial," katanya, termasuk oleh Mahkamah Agung bulan lalu.

Pernyataan Israel juga mengatakan bahwa tidak ditemukan indikasi untuk mendukung klaim yang diajukan mengenai kondisinya.

Abu Safiya, "Diperiksa oleh petugas medis saat kedatangannya di Pusat Penahanan Nitzan pada 24 Juni 2026 dan beberapa kali setelah itu," katanya.

Ia, "Tetap berada di bawah pengawasan medis terus-menerus dan menerima perawatan sesuai dengan penentuan profesional dari tenaga medis." (AFP/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |