Iran Terima Kasih ke Tetangga RI saat Masih Perangi AS, Ada Apa?

7 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan terima kasih kepada Malaysia atas "sikap kemanusiaannya" ketika Teheran masih menghadapi peperangan melawan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu.

Dalam unggahan di X, Pezeshkian mengatakan dia sempat berbicara via telepon dengan perdana menteri Malaysia dan Pakistan secara terpisah dan ia menegaskan "komitmen Iran terhadap diplomasi."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berterima kasih kepada Malaysia atas dukungan kemanusiaannya dan Pakistan atas inisiatif dan upaya efektifnya untuk mendorong kesepakatan," kata Pezeshkian dalam kicauan di X pada Jumat (28/5).

Pezeshkian merujuk pada upaya perundingan yang sedang berlangsung antara AS dan Iran demi menyepakati perjanjian mengakhiri perang.

"Iran memiliki kebijakan untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara Muslim dan negara-negara tetangga di semua bidang," tambahnya.

Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan memulai negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen.

Kesepakatan itu juga akan mencabut pembatasan pengiriman dan lalu lintas kapal yang melalui Selat Hormuz, sementara para negosiator membahas isu-isu penting seperti program nuklir Iran.

AS juga harus mencabut blokadenya terhadap pelabuhan Iran, dan mencabut beberapa sanksi terhadap penjualan minyak Iran.

Meski demikian, para sumber mengatakan Presiden Donald Trump belum menyetujui kesepakatan tersebut. Iran juga belum berkomentar mengenai kesepakatan yang diusulkan.

[Gambas:Twitter]

Menurut kantor berita Iran Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui negosiasi, mengatakan teks perjanjian tersebut belum difinalisasi dan dikonfirmasi. Jika disetujui, ini akan menjadi langkah besar menuju perdamaian, sejak konflik dimulai pada 28 Februari lalu.

"Kita belum sampai di sana, tetapi kita sudah sangat dekat dan kita akan terus berupaya," kata Wakil Presiden AS JD Vance, seperti diberitakan Reuters.

"Saya tidak dapat menjamin bahwa kita akan sampai di sana, tetapi saat ini saya merasa cukup optimis," imbuh Vance.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |