Iran Klaim Serang Sistem Rudal HIMARS Milik AS di Kuwait

4 days ago 3
Iran Klaim Serang Sistem Rudal HIMARS Milik AS di Kuwait Iran mengklaim menyerang sistem rudal HIMARS milik AS di Camp Arifjan, Kuwait, sebagai balasan atas operasi militer Washington di tengah eskalasi konflik.(Islamic Revolutionary Guard Corps of Iran via Viory)

IRAN mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap sistem rudal High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) milik Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Camp Arifjan, Kuwait, pada Selasa (21/7). 

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer yang dilancarkan Teheran sebagai respons atas serangkaian serangan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB, militer Iran menyebut serangan itu merupakan fase ke-18 dari Operasi Thunder yang diklaim sebagai aksi balasan terhadap operasi militer Washington.

Kantor berita pemerintah IRNA, mengutip pejabat hubungan masyarakat Angkatan Darat Iran, menyatakan bahwa sasaran serangan adalah sistem rudal HIMARS milik militer Amerika Serikat yang berada di Camp Arifjan.

"Pasukan darat Angkatan Darat menargetkan sistem rudal HIMARS milik tentara AS yang ditempatkan di Pangkalan Arifjan di Kuwait dengan rudal permukaan-ke-permukaan," demikian laporan IRNA, dilansir Anadolu, Selasa (21/7).

Camp Arifjan berada di selatan Kota Kuwait dan menjadi salah satu fasilitas militer utama Amerika Serikat di kawasan Teluk. 

Pangkalan tersebut digunakan berbagai cabang militer AS, termasuk Angkatan Udara, Angkatan Laut, Korps Marinir, dan Penjaga Pantai.

HIMARS merupakan sistem peluncur roket bergerak yang dirancang untuk berpindah lokasi dengan cepat sehingga mampu memberikan dukungan serangan presisi terhadap sasaran darat.

Militer Iran menilai penghancuran sistem tersebut akan berdampak pada kemampuan tempur Amerika Serikat.

"Menargetkan sistem ini akan melemahkan kemampuan ofensif dan defensif musuh serta mengurangi kekuatan rudalnya dalam melancarkan aksi agresi," demikian isi pernyataan militer Iran.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bentrokan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung selama sekitar 10 hari terakhir telah berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Ia menyebut situasi saat ini telah berubah menjadi perang berskala penuh, menandakan meningkatnya intensitas konfrontasi antara kedua negara.

Padahal, pada akhir Juni lalu, Washington dan Teheran sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata serta menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik melalui proses perdamaian. 

Namun, meningkatnya ketegangan dalam beberapa pekan terakhir membuat kesepakatan tersebut gagal meredam kembali aksi saling serang antara kedua pihak. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |