Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras keputusan AS mencabut izin ekspor minyak.(Dok. Antara)
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) yang mencabut izin ekspor minyak Iran pada Selasa (7/7). Teheran memperingatkan Washington bahwa mereka akan mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya.
Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan penangguhan lisensi umum ekspor minyak Iran. Aturan baru tersebut melarang adanya transaksi baru dan mewajibkan seluruh kesepakatan yang sudah berjalan untuk segera diselesaikan sebelum tenggat waktu 17 Juli mendatang.
Pihak Teheran menilai langkah ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap komitmen internasional. “Keputusan Departemen Keuangan AS untuk mencabut penangguhan sementara embargo penjualan minyak Iran merupakan pelanggaran serius terhadap Pasal 10 nota kesepahaman tentang penghentian konflik militer,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran, Rabu (8/7/2026).
Kementerian Luar Negeri Iran juga menyebut pencabutan izin yang baru diterbitkan pada 18 Juni lalu itu sebagai bukti tambahan atas ketidakdapatdipercayainya pemerintah AS dalam berdiplomasi. Iran menegaskan tidak akan tinggal diam atas perubahan kebijakan sepihak tersebut.
“Iran memperingatkan AS atas konsekuensi pelanggaran nota kesepahaman dan akan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya,” tegas kementerian tersebut.
Sebagai informasi, nota kesepahaman yang ditandatangani secara daring pada 18 Juni 2026 seharusnya memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait isu nuklir Iran dan sanksi ekonomi AS. Dokumen tersebut juga mencakup jadwal pencabutan blokade laut oleh AS serta pemulihan jalur pelayaran Iran di wilayah strategis Selat Hormuz.
Ketegangan ini dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas pasar energi global dan memanaskan kembali situasi geopolitik di kawasan Teluk, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dunia. (Z-10)

















































