Jakarta, CNN Indonesia --
Iran disebut memperingatkan Amerika Serikat soal gencatan senjata bisa batal jika serangan Israel ke Lebanon terus dilancarkan.
Dilansir dari Aljazeera beberapa pejabat Iran sudah memperingatkan dampak pelanggaran gencatan senjata.
Iran sebelumnya mengajukan poin tuntutan gencantan senjata salah satunya menghentikan serangan di semua front perang, termasuk Lebanon. Sementara AS dan Israel enggan memasukan perangan di Lebanon sebagai klausul damai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hari pertama gencatan senjata kemarin, Israel menyerang Lebanon besar-besaran menewaskan 254 orang dan ribuan lainnya terluka.
Iran juga menyebut ada drone yang masuk ke wilayahnya kemarin dan ditembak jatuh. Pejabat Iran menyebut ini jadi salah satu pelanggaran gencatan senjata juga.
"Ada pembicaraan dari pejabat Iran tentang potensi penarikan diri sepenuhnya dari proses gencatan senjata jika serangan tidak berhenti," demikian laporan Aljazeera.
Iran sendiri kembali memperketat Selat Hormuz sebagai nilai tawar dalam gencatan senjata. Ditutupnya selat ini dalam sebulan terakhir menghantam ekonomi global imbas melonjaknya harga minyak dunia.
Kini perhatian semua tertuju ke Islamabad, Pakistan di mana akan digelar negosiasi Damai. AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance dan Iran dipimpin Ketua Parlemen Bagher Ghalibaf.
Gencatan senjata disebut sangat rapuh karena berbagai pelanggaran serta kesiapan kedua belah pihak untuk kembali bertempur.
Trump dengan tegas menyebut armada tempur serta tentaranya masih bersiaga di sekitar Iran jika gencatan senjata batal.
(tim/sur)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
9







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)







