Iran Gempur ke Israel-Kuwait di Tengah Ultimatum 48 Jam Trump

10 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak alias drone ke Israel dan Kuwait pada Minggu (5/4) waktu setempat.

Mengutip AFP, kedua negara itu mengaku sistem pertahanan udara mereka telah menangkal serangan terbaru dari Iran.

Serangan itu diluncurkan usai ultimaltum Presiden AS Donald Trump terhadap Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz dalam tempo 48 jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kawasan negara-negara Teluk tengah memanas buntut Serangan AS-Israel ke Iran yang untuk pertama kali diluncurkan pada 28 Februari 2026 lalu.

Serangan itu mengakibatkan gugurnya 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran pun menutup jalur Selat Hormuz yang merupakan jalur utama perdagangan minyak dari negara-negara Teluk yang berbuntut pada melonjaknya harga minyak dunia.

Teranyar, Trump mengultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam tempo 48 jam.

Selain itu, Trump juga mengancam akan 'menghancurkan' pembangkit listrik Iran, jika mereka tak segera membuka Selat Hormuz.

"Waktu hampir habis - 48 jam sebelum neraka menimpa mereka," ujarnya.

Terpisah, Iran menolak ultimatum Trump dengan menyebut ancaman itu sebagai tindakan tidak berdaya sekaligus gugup.

(mnf/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |