Iran Ancam AS Siap Perang Lagi jika Israel Terus Gempur Lebanon

6 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua komite keamanan nasional parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengultimatum Amerika Serikat soal konsekuensi terhadap prospek perundingan jika serangan Israel ke Lebanon tidak dihentikan.

Gencatan senjata di Lebanon memang turut menjadi syarat dari Iran ke AS lantaran Israel terus membombardir wilayah Lebanon selatan markas milisi Hizbullah yang merupakan sekutu Teheran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika serangan terhadap Lebanon tidak dihentikan sepenuhnya, konsekuensinya akan sangat serius bagi rezim Zionis dan pasukan AS di kawasan," kata Azizi dalam unggahannya di X pada Selasa (2/6).

"Mereka sepenuhnya sadar bahwa ini bukan ancaman kosong, dan kami siap memberikan respons militer," paparnya menambahkan.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei juga mewanti-wanti bahwa gencatan senjata di Lebanon masih jadi syarat perundingan berjalan terus.

"Kami menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan syarat penting bagi setiap kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang," kata Baqaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin (1/6).

Baqaei mengatakan Iran "akan mengambil seluruh langkah untuk mendukung Lebanon dan perlawanan terhadap agresi ilegal rezim Zionis".

Baqaei bahkan menuduh Amerika "melanggar gencatan senjata" setelah eskalasi singkat semalam yang melibatkan serangan AS terhadap sebuah menara telekomunikasi di kota pelabuhan Iran bagian selatan.

Garda Revolusi Iran sampai menargetkan pangkalan AS yang menjadi asal serangan tersebut, tanpa mengungkap lokasinya.

"(Iran akan) mengambil langkah apa pun yang kami anggap perlu untuk mempertahankan keamanan nasional Iran," kata Baqaei seperti dikutip AFP.

Ia mengatakan Iran tidak mencari konsesi dalam pertukaran pesan dengan Washington, melainkan pemenuhan hak-haknya, termasuk pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri akibat sanksi AS.

Ia juga mengatakan rincian terkait program nuklir Iran, yang menjadi salah satu titik perselisihan utama bagi Washington, sejauh ini belum menjadi bagian dari pertukaran pesan tersebut.

"Belum ada negosiasi yang dilakukan mengenai rincian isu nuklir. Pada tahap ini, prioritas kami adalah mengakhiri perang," kata Baqaei.

Ia menambahkan pertukaran pesan dengan Amerika Serikat masih terus berlangsung.

"Tetapi, kami belum mencapai kesimpulan akhir. Kami akan memutuskan pengaturan untuk penandatanganan pada waktu yang tepat," ujarnya.

Senada dengan itu, kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran sejak 13 April serta eskalasi di Lebanon merupakan "bukti nyata ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata".

"Setiap pilihan memiliki harga dan tagihannya pasti akan datang," kata Ghalibaf dalam unggahan di X.

Ultimatum ini datang dari Teheran kala Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan melancarkan operasi militer yang lebih jauh dan dalam lagi di Lebanon.

Netanyahu bahkan mengeklaim telah mencaplok Kastil Beaufort di Lebanon selatan.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |