Iran Akui Mandeknya Negosiasi AS Dipicu Ketidakpercayaan

3 hours ago 2

PEMERINTAH Iran menyatakan kegagalan mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat dalam satu hari perundingan sebagai hal yang wajar. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan suasana ketidakpercayaan menjadi faktor utama.

Dilansir Anadolu, Baqaei mengatakan negosiasi antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, Pakistan berlangsung dalam atmosfer yang dipenuhi kecurigaan. Situasi ini dipicu konflik terbaru yang disebutnya sebagai perang selama 40 hari terakhir.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Perundingan ini berlangsung dalam suasana yang tidak hanya didominasi oleh ketidakpercayaan, tetapi juga keraguan dan kecurigaan, setelah perang 40 hari yang untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan dipicu oleh AS dan Israel,” kata Baqaei pada Ahad, 12 April 2026.

Kompleksitas Isu Jadi Penghambat

Baqaei menilai kompleksitas isu turut menghambat hasil perundingan. Topik yang dibahas mencakup Selat Hormuz dan dinamika kawasan yang lebih luas. Dalam pernyataan terpisah di platform X, ia merinci pembahasan mencakup isu nuklir, kompensasi perang, pencabutan sanksi, serta penghentian penuh perang terhadap Iran dan kawasan.

“Dalam 24 jam terakhir, diskusi dilakukan mengenai berbagai dimensi dari topik utama negosiasi, termasuk Selat Hormuz, isu nuklir, reparasi perang, pencabutan sanksi, dan penghentian penuh perang terhadap Iran dan di kawasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski ada kemajuan di sejumlah isu, perbedaan pada dua atau tiga poin kunci membuat kesepakatan belum tercapai. Baqaei juga tidak memastikan apakah perundingan lanjutan akan digelar.

Baqaei menekankan, keberhasilan proses diplomatik bergantung pada itikad pihak lawan. “Keberhasilan proses diplomatik ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, dengan tidak mengajukan tuntutan berlebihan dan permintaan yang tidak sah, serta menerima hak dan kepentingan sah Iran,” kata dia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Pakistan atas perannya sebagai tuan rumah. Delegasi Iran dilaporkan telah meninggalkan Islamabad setelah perundingan berakhir tanpa kesepakatan.

AS: Iran Tolak Syarat Washington

Sementara itu, dikutip Al Jazeera, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan Iran menolak syarat yang diajukan Washington setelah perundingan selama 21 jam.

“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu lebih merupakan kabar buruk bagi Iran daripada bagi Amerika Serikat,” kata Vance kepada wartawan sebelum meninggalkan Islamabad.

Ia menegaskan, AS membutuhkan komitmen tegas dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. “Kami perlu melihat komitmen yang jelas bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir, dan tidak akan mencari sarana yang memungkinkan mereka dengan cepat memperoleh senjata nuklir,” ujarnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |