Intelijen Israel Peringatkan AS Soal Rencana Iran Bunuh Donald Trump

2 weeks ago 14
Intelijen Israel Peringatkan AS Soal Rencana Iran Bunuh Donald Trump Salat jenazah untuk Ali Khamenei.(Al Jazeera)

INTELIJEN Israel dilaporkan telah menyampaikan informasi krusial kepada Amerika Serikat (AS) mengenai dugaan rencana baru Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump. Laporan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan yang kembali memuncak antara Washington dan Teheran pascaserangan terbaru AS ke wilayah Iran.

Berdasarkan laporan CNN pada Jumat (10/7), sejumlah sumber menyebutkan bahwa Trump secara rutin menerima pembaruan intelijen terkait potensi ancaman terhadap dirinya. Namun, peringatan yang disampaikan oleh pihak Israel kali ini dinilai lebih mengkhawatirkan karena memuat rencana yang lebih spesifik.

Senada dengan laporan tersebut, The Wall Street Journal juga mengutip sumber anonim yang menyatakan bahwa intelijen Israel menggambarkan ada plot baru yang dirancang untuk melakukan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat tersebut.

Latar Belakang Dendam Teheran

Iran bertahun-tahun secara terbuka menyatakan niatnya untuk membalas kebijakan Trump. Hal ini berakar pada perintah operasi militer Trump yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani pada Januari 2020, saat ia menjabat di periode pertama kepresidenannya.

Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Operasi tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi Iran lain yang memicu ancaman balasan lebih lanjut dari pihak Teheran.

Anomali Keamanan dan Pergantian Pesawat

Isu mengenai ancaman serius terhadap nyawa Trump semakin menguat setelah kepulangannya dari KTT NATO di Ankara, Turki. Dalam perjalanan kembali ke Washington, Trump diketahui tidak menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One baru yang merupakan hadiah dari Qatar.

Trump justru memilih kembali menggunakan pesawat Air Force One lama. Sementara itu, pesawat baru tersebut diterbangkan terlebih dahulu ke Inggris sebelum akhirnya digunakan kembali pada perjalanan berikutnya. Keputusan mendadak ini memicu spekulasi bahwa sistem keamanan pada pesawat baru belum sepenuhnya siap menghadapi potensi ancaman, terutama di tengah operasi militer AS terhadap Iran.

Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa pergantian pesawat tersebut dilakukan atas rekomendasi ketat dari US Secret Service demi alasan keamanan presiden.

Respons Donald Trump

Menanggapi laporan intelijen dan peningkatan pengamanan tersebut, Donald Trump mengakui bahwa dirinya memang menjadi sasaran utama.

"Mereka ingin membunuh pemimpin Amerika Serikat. Nama saya ada di daftar mereka. Pagi ini saya melihat bahwa saya ada di setiap daftar yang mereka miliki," ujar Trump dalam suatu pernyataan.

Meskipun dalam konferensi pers terbarunya Trump enggan merinci detail teknis mengenai pengamanan dirinya, ia kembali menegaskan bahwa ancaman pembunuhan tersebut memiliki kaitan erat dengan Iran. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |