Jakarta, CNN Indonesia --
Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali digempur rudal-rudal ganas Rusia pada Selasa (2/6) dini hari waktu setempat.
AFP melaporkan sejumlah ledakan menggelegar terdengar di Kyiv akibat serangan rudal-rudal dari Rusia pada Selasa dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Kota Kyiv segera menyerukan seluruh warga bersembunyi di bunker dan tempat perlindungan yang aman.
"Ledakan terjadi di kota. Pasukan pertahanan udara tengah berupaya! Tetaplah di tempat perlindungan!" demikian peringatan dari Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko.
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko mengatakan "musuh menyerang dengan rudal-rudal balistik".
Pemerintah Ukraina sebelumnya meminta bantuan pertahanan udara dari Amerika Serikat setelah serangan udara Moskow ke wilayah Ukraina meningkat tajam sejak akhir pekan lalu.
Dilansir AFP, permohonan ini diajukan langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kepada Presiden AS Donald Trump. Zelensky memohon bantuan untuk menjatuhkan serangan rudal Rusia.
Permohonan ini diajukan Kyiv usai intensitas serangan udara Rusia meningkat hingga memecahkan rekor berdasarkan analisis yang dilakukan pasukan udara Ukraina.
Serangan udara Rusia ke Ukraina meningkat hingga 24 persen dibandingkan bulan April. Pada bulan Mei, Kremlin melancarkan serangan 8.150 serangan drone jarak jauh.
Pada bulan itu juga Ukraina mengklaim Rusia melancarkan serangan rudal mematikan ke bangunan pemukiman di Kyiv. Ukraina mengklaim serangan tersebut menewaskan 2 orang.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1













































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)


