Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026: Pesepak Bola Putri Buru Peluang Timnas

2 weeks ago 13
 Pesepak Bola Putri Buru Peluang Timnas Laga Putri Surakarta melawan Putri Tangsel City.(Dok Soccer League All-Stars)

PENYISIHAN Grup A turnamen Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 merampungkan rangkaian pertandingannya di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/7). Sebanyak empat tim dari kategori usia U-15 dan U-18 resmi mengamankan tiket menuju babak semifinal.

Di kategori U-15, Mojang Priangan Ciamis tampil dominan dan melaju sebagai juara Grup A, didampingi oleh Arema FC Women sebagai runner-up. Sementara itu, pada kategori U-18, dominasi ditunjukkan oleh Putri JP Jakarta yang finis di puncak klasemen, diikuti oleh Putri Garut yang mengunci posisi kedua.

Di sisi lain, langkah beberapa tim harus terhenti di fase grup. Pada sektor U-15, Putri Surakarta dan Putri Tangsel City dipastikan tersisih. Sedangkan dari kategori U-18, Tigers Football Academy Surabaya dan Putri Batang juga harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal.

Menimba Pengalaman di Level Nasional

Meski gagal melangkah ke fase gugur, tim-tim yang tersingkir tetap memandang putaran nasional ini sebagai panggung berharga. Pelatih Putri Surakarta, Syachban Yusuf, mengungkapkan bahwa fokus timnya bergeser pada pemberian jam terbang kepada seluruh pemain setelah peluang lolos tertutup.

"Bermain di kompetisi nasional seperti ini pasti mereka mendapatkan pengalaman yang lebih banyak, jadi secara mental juga akan terlatih. Turnamen ini menjadi wadah sekaligus tolak ukur untuk tim pembinaan agar diperhitungkan di kancah nasional," ujar Syachban.

Hal senada disampaikan oleh pelatih Putri Tangsel City, Andrian. Walaupun timnya belum berhasil meraih poin sepanjang penyisihan, ia menilai atmosfer kompetisi nasional sangat krusial untuk membangun mental bertanding pemain muda agar tidak mudah kendur saat menghadapi tim-tim hebat.

Incar Pantauan Talent Scouting

Motivasi para pemain tetap tinggi berkat kehadiran tim talent scouting yang memantau bakat-bakat muda untuk proyeksi tim nasional putri. Ika Wonda, pemain Putri Surakarta yang mencetak dua gol pada laga terakhir, mengaku tetap mengincar peluang menembus Srikandi Merdeka Cup.

Ambisi serupa disampaikan rekan setimnya, Asyifa Sholawa Farizqi. Bermain di kota kelahirannya, Kudus, menjadi motivasi tambahan bagi Asyifa untuk tampil maksimal di depan pemandu bakat. "Adanya tim talent scouting membuat saya ingin terpilih masuk ke Srikandi Merdeka Cup, itu target pribadi saya," tegasnya.

Dari kategori U-18, gelandang Tigers Football Academy, Fiorenza Shabira Yudhana, juga menolak untuk patah semangat. "Meski kalah, masih ada asa untuk dilirik tim talent scouting buat timnas. Pastinya aku challenge diriku untuk terus upgrade skill," ucap pemain yang akrab disapa Enza tersebut.

Evaluasi dan Pengembangan Diri

Kegagalan di fase grup menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim seperti Putri Batang. Pemain mereka, Risma Ayu Tafti'ah, mengakui bahwa persaingan di level nasional menuntut standar fisik dan teknik yang lebih tinggi.

"Untuk saya pribadi, mental harus lebih kuat lagi untuk menghadapi lawan-lawan yang berat. Fisik dan teknik juga harus ditingkatkan lagi. Walaupun hasilnya kurang memuaskan, setidaknya kami sudah memberikan yang terbaik di lapangan," pungkas Risma. (I-2)

Kategori Juara Grup A Runner-up Grup A
U-15 Putri Mojang Priangan Ciamis Arema FC Women
U-18 Putri Putri JP Jakarta Putri Garut
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |