Operasi SAR korban kecelakaan kapal dihentikan(MI/Rudi Kurniawansyah)
OPERASI SAR terhadap korban kecelakaan kapal pompong yang tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, memasuki hari ketujuh.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja maksimal dalam upaya pencarian korban sejak hari pertama operasi.
Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas, TNI AL, TNI AD/ YON TP 851 BBC, BABINSA, POLAIRUD, KSOP, PT SUCOFINDO, PT KIMI, APDI, penyelam PT. KIMI, perahu nelayan serta Masyarakat telah mengerahkan seluruh potensi pencarian melalui penyisiran di permukaan menggunakan RB 218, RIB, perahu karet, dan pompong masyarakat nelayan sesuai rencana operasi.
"Hingga pelaksanaan pencarian hari ketujuh berakhir, satu korban yang masih dinyatakan hilang belum berhasil ditemukan. Sebelumnya, tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tiga korban lainnya berhasil selamat," ujar Budi, Senin (13/7).
Ia menjelaskan, pada pukul 18.10 WIB, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing bersama seluruh unsur terkait dan keluarga korban.
Berdasarkan hasil evaluasi operasi yang telah berlangsung selama tujuh hari tanpa adanya perkembangan, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan tahap pemantauan.
"Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan sinergi selama pelaksanaan operasi," pungkasnya. (RK)


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)















