Gunung Dukono Kembali Erupsi, Catat 26 Letusan dalam Sepekan

2 weeks ago 13

ERUPSI Gunung Dukono kembali terjadi pada Rabu, 8 April 2026, sekitar pukul 15.35 WIT. Gunung yang berlokasi di Halmahera Utara, Maluku Utara, itu merupakan salah satu gunung api yang paling sering erupsi dalam sepekan terakhir.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam letusan teranyar itu, Gunung Dukono melontarkan abu vulkanik setinggi 900 meter dari puncak kawah. Vibrasi yang dihasilkan beramplitudo maksimum 21 milimeter dengan durasi letusan mencapai 46,95 detik. 

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur," kata salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono, dalam laporannya untuk Badan Geologi

Sebelumnya, pada pukul 06.51 WIT, Gunung Dukono erupsi dan meluncurkan abu vulkanik setinggi 700 meter dari atas puncak kawah. Kolom abu yang membumbung di langit berwarna putih bercampur kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Sehari sebelumnya, pada Selasa, 7 April 2026, Gunung Dukono erupsi tiga kali, di antaranya pada pukul 16.23 WIT, dan memuntahkan abu vulkanik setinggi 800 meter. 

Gunung setinggi 1.335 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tercatat sudah meletus sebanyak 26 kali dalam sepekan terakhir. Gunung bertipe stratovolcano ini kini menjadi gunung api paling aktif ketiga di Indonesia. Gunung Dukono sudah erupsi 38 kali sejak Januari 2026.  

Badan Geologi kini menetapkan status Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada. Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengimbau masyarakat atau wisatawan tidak mendekati Kawah Malupang dan Warirang di dalam radius 4 kilometer. 

Dia meminta masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat beraktivitas di luar ruangan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan. "Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin sehingga area landaan abunya tidak tetap," katanya.

Gunung Dukono masuk ke dalam bagian dari busur vulkanik Halmahera. Aktivitas vulkanik gunung ini dipicu pergerakan Lempeng Laut Maluku. Gunung berapi lainnya yang terbentuk akibat pertemuan tiga lempeng tektonik--Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia--adalah Gunung Tobaru, Ibu, Todoku-ranu, dan Gamkonora. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |