Granit Xhaka Sebut Skuad Swis di Piala Dunia 2026 Generasi Spesial

2 weeks ago 13
Granit Xhaka Sebut Skuad Swis di Piala Dunia 2026 Generasi Spesial Kapten timnas Swis Granit Xhaka(AFP/Luke Hales / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

KAPTEN timnas Swis, Granit Xhaka, memberikan pujian setinggi langit bagi rekan-rekan setimnya setelah berhasil memastikan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Xhaka menilai bahwa skuad Rossocrociati saat ini merupakan generasi yang sangat spesial bagi sejarah sepak bola negara tersebut.

Melansir laman resmi FIFA, Rabu (8/7), Xhaka mengungkapkan bahwa Swis telah menanti dalam waktu yang cukup lama untuk memiliki kedalaman skuad dan kualitas pemain seperti yang ada sekarang. Keberhasilan ini dianggap sebagai buah dari proses panjang pengembangan talenta di Swiss.

Pemain yang kini merumput bersama Sunderland tersebut berharap tren positif ini tidak berhenti di generasinya saja. Ia menginginkan Swis terus melahirkan kelompok pemain hebat di masa depan tanpa harus melewati masa penantian yang panjang lagi.

Kolaborasi Senior dan Junior

Salah satu kunci kesuksesan Swis di turnamen kali ini adalah harmonisasi antara pemain kawakan dan talenta muda. Xhaka menekankan pentingnya peran kepemimpinan di dalam lapangan untuk menjaga stabilitas tim.

"Kami, para pemain yang lebih berpengalaman, terus didorong oleh pemain-pemain yang lebih muda. Pada saat yang sama, kami harus memberikan contoh nyata setiap hari serta di setiap pertandingan," ujar Xhaka.

Ia menambahkan bahwa para pemain senior berkomitmen untuk terus membagikan pengalaman mereka. Tujuannya adalah menanamkan mentalitas pemenang bahwa Swis memiliki kapasitas untuk menghadapi tim mana pun di panggung dunia.

Akhiri Penantian 72 Tahun

Langkah Swis menuju babak delapan besar ini terasa sangat emosional. Mereka baru saja menyudahi penantian selama 72 tahun untuk kembali merasakan atmosfer perempat final Piala Dunia. Kepastian itu didapat setelah mereka menyingkirkan Kolombia dalam laga dramatis di fase 16 besar.

Dalam pertandingan tersebut, kedua tim bermain sengit dan imbang tanpa gol selama 120 menit penuh. Swis akhirnya keluar sebagai pemenang melalui drama adu penalti dengan skor 4-3.

"Mulai dari staf pelatih hingga pemain terakhir, kita semua bisa bangga atas pencapaian kita," tegas Xhaka menutup pernyataannya.

Tantangan Berat Melawan Argentina

Ujian sesungguhnya bagi "Generasi Spesial" Swis akan tersaji di babak perempat final. Mereka dijadwalkan menantang juara bertahan timnas Argentina. Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion Arrowhead, Kansas, pada Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB.

Laga ini akan menjadi pembuktian apakah mentalitas yang ditanamkan Xhaka dan kawan-kawan mampu meruntuhkan dominasi tim Tango demi mengamankan tiket ke semifinal. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |