Fasilitas Militer Iran di Bushehr dan Konarak Diserang, Netanyahu: Perang belum Berakhir

2 weeks ago 14
 Perang belum Berakhir Ilustrasi(Anadolu )

IRAN mengeklaim dua fasilitas militernya di Bushehr dan Konarak menjadi sasaran serangan pada Kamis (9/7) malam. Insiden ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat yang kembali memanas, serta penegasan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa perang melawan Iran belum berakhir.

Serangan terbaru ini dilaporkan terjadi di tengah rentetan operasi militer dalam dua hari terakhir, sementara upaya diplomatik antara Teheran dan Washington masih terus diupayakan.

Fasilitas Nuklir dan Pangkalan Laut Jadi Sasaran

Wakil Gubernur Provinsi Bushehr Bidang Politik dan Keamanan, Ehsan Jahanian, mengonfirmasi bahwa sebuah fasilitas militer di dekat Kota Bushehr dihantam proyektil yang disebutnya berasal dari musuh AS-Israel. Lokasi sasaran dilaporkan berada tidak jauh dari kawasan pembangkit listrik tenaga nuklir Iran di pinggiran kota tersebut.

Hingga saat ini, otoritas Iran belum merinci tingkat kerusakan maupun kemungkinan adanya korban jiwa akibat ledakan di Bushehr, yang merupakan lokasi salah satu fasilitas nuklir utama negara itu.

Secara bersamaan, stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan serangan terhadap zona militer angkatan laut di Kota Konarak, Iran selatan. Wilayah pelabuhan strategis di pesisir Makran ini dilaporkan diserang oleh jet tempur musuh dalam dua gelombang pada Kamis malam.

Bupati Konarak, Mohammad Younes Haqani, menyatakan bahwa tim penyelamat dan aparat keamanan telah dikerahkan ke lokasi untuk penanganan darurat. Sama seperti di Bushehr, jumlah korban dalam insiden di Konarak masih dalam proses pendataan.

Respons AS dan Penegasan Israel

Menanggapi laporan serangan tersebut, seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa militer AS tidak sedang melancarkan operasi militer terhadap Iran saat insiden terjadi. Namun, pernyataan berbeda datang dari pihak Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa konflik dengan Iran masih jauh dari kata usai. "Poros Iran kini berada pada titik terlemahnya, sementara Israel berada pada titik terkuatnya," ujar Netanyahu.

Ia menambahkan bahwa Angkatan Udara Israel telah membuktikan kemampuan jangkauan jarak jauhnya, mulai dari Yaman hingga Iran. "Kami harus mengakui bahwa operasi ini belum berakhir," tegasnya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperkuat pernyataan tersebut dengan menyatakan militer dalam kondisi siaga penuh. Katz menegaskan kesiapan Israel untuk melancarkan serangan tambahan guna menghilangkan ancaman, bahkan untuk ketiga kalinya jika diperlukan.

Konteks Diplomatik:

Meskipun sejumlah pejabat Israel mengaku tidak mengetahui keterlibatan langsung dalam serangan Kamis malam, Israel secara konsisten menyatakan keberatan terhadap perundingan antara AS dan Iran. Israel menilai kesepakatan gencatan senjata saat ini belum mampu menghilangkan ancaman keamanan dari Teheran.

Di tengah proses negosiasi yang rapuh, Israel tetap melanjutkan operasi militer di Libanon selatan terhadap Hizbullah. Padahal, stabilitas di Libanon menjadi salah satu prasyarat krusial agar dialog diplomatik antara Washington dan Teheran dapat terus berlanjut. (Fer/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |