Mudyat Noor serahkan bantuan pendidikan dari PT PPN pada mahasiswa Pem Akamigas asal PPU(Dok Humas PPU)
SEBANYAK empat mahasiswa asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) yang tengah menempuh pendidikan di Politeknik Energi dan Mineral (Pem) Akademi Minyak dan Gas Bumi (Akamigas), Cepu, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan pendidikan total sebanyak Rp250 juta dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Penyerahan bantuan pendidikan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, Sabtu (1/8) kemarin di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dihadiri Asisten I Pemkab PPU, Nico Herlambang, bersama jajaran Politeknik Energi dan Mineral Akamigas serta PT PPN.
Program bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT PPN bidang pendidikan, sekaligus bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah, dengan total nilai bantuan sebesar Rp250 juta untuk empat mahasiswa asal PPU.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT. PPN yang telah memberikan perhatian kepada putra-putri daerah melalui bantuan pendidikan tersebut,” ucap Mudyat Noor disela-sela kegiatan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan perusahaan menjadi langkah penting dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan pembangunan, khususnya dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berbatasan langsung dengan Kabupaten PPU.
"Kami ingin membangun kerja sama yang saling memberikan manfaat. Pemerintah daerah ingin memberikan kontribusi, sementara dunia usaha juga turut berperan dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas," kata Mudyat Noor.
Mudyat juga menilai Pem Mineral Akamigas, menjadi salah satu pilihan pendidikan vokasi yang tepat untuk mencetak tenaga kerja unggul di sektor energi. Ia berharap semakin banyak generasi muda PPU yang memanfaatkan kesempatan tersebut agar memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia industri.
"Kami menginginkan SDM PPU semakin baik dan semakin tangguh. Anak-anak muda kita memiliki potensi yang besar, dan pendidikan vokasi seperti di Akamigas merupakan langkah yang tepat untuk menyiapkan mereka menghadapi kebutuhan industri, terutama di tengah perkembangan IKN," ujar Mudyat.
Ia juga berharap program bantuan pendidikan dari PT. PPN dapat terus berlanjut, dan jumlah penerima manfaatnya semakin bertambah pada tahun-tahun mendatang. Sehingga lebih banyak putra-putri PPU yang dapat mengenyam pendidikan di bidang energi.
Senada dengannya, Nicko Herlambang menambahkan, program ini bukan sekadar bantuan pendidikan biasa, melainkan sebuah model percontohan kolaborasi CSR perusahaan dalam rangka mendukung peningkatan mutu dan kualitas SDM lokal.
"Ini adalah langkah terobosan yang kami harapkan menjadi prototipe kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Kami tidak hanya ingin program ini berjalan satu kali, tetapi menjadi contoh bagaimana CSR dapat diarahkan secara strategis untuk mencetak SDM unggul yang siap bersaing di era pembangunan IKN.
Model percontohan ini, lanjutnya, harus terus dikembangkan dan direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di PPU. Selain itu, pendekatan kolaboratif ini merupakan wujud nyata sinergi antara sektor publik dan swasta dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di masa depan, khususnya di sektor energi yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional.
Sementara itu, perwakilan PT. PPN, Zakiah Safitri, mengungkapkan, bantuan pendidikan tersebut merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan.
Melalui program ini, Pertamina ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung lahirnya tenaga profesional di sektor energi.
“Kami berpesan kepada para mahasiswa penerima bantuan, agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya karena tidak semua orang memperoleh kesempatan yang sama,” pintanya.
Ia juga meminta, agar bantuan ini dimanfaatkan untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Harapnya, program ini terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda PPU.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten PPU atas kolaborasi yang telah terjalin sehingga bersama-sama kita dapat memajukan daerah melalui peningkatan kualitas SDM," tuturnya.
Keempat mahasiswa penerima bantuan merupakan mahasiswa tingkat satu dan tingkat dua Pem Akamigas, yang diharapkan kelak mampu menjadi tenaga profesional dan berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor energi dan industri.
Program ini menjadi babak baru dalam upaya pemerintah daerah bersama dunia industri untuk membangun SDM yang kompeten dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi besar pembangunan IKN yang membutuhkan tenaga kerja profesional dari berbagai sektor. (H-2)

















































