Edukasi Perlindungan Diri Sejak Dini Kunci Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

5 days ago 3
Edukasi Perlindungan Diri Sejak Dini Kunci Cegah Kekerasan Seksual pada Anak Ilustrasi(Dok Istimewa)

Upaya memperkuat perlindungan anak dari ancaman kekerasan seksual perlu dimulai sejak usia dini melalui edukasi yang mudah dipahami. Pengenalan mengenai batasan tubuh, jenis sentuhan yang aman dan tidak aman, hingga keberanian melapor kepada orang dewasa yang dipercaya menjadi bekal penting bagi anak dalam menjaga keselamatan diri.

Kesadaran tersebut menjadi semakin relevan mengingat masih banyak anak usia sekolah dasar yang belum memahami konsep perlindungan diri dan langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan aman dan ramah bagi anak.

Berangkat dari kepedulian tersebut, tim mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar Kampanye Stop Child Abuse (SCA) di SDN Kebayoran Lama Utara 09, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan yang diikuti 35 siswa kelas IV SD itu bertujuan meningkatkan pemahaman peserta soal perlindungan diri melalui pendekatan komunikasi visual yang edukatif dan interaktif.

Tim tersebut terdiri atas Shalsa Hasna Latifah, Raihan Erdiyansyah, Talita Shafhah Syahsiyah, Muhamad Fikriansyah, Muhammad Farrel J S., Ahmad Wasi Fathoni, dan Mochamad Wisnu Inggra Diantoro. Program ini menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat dan upaya meningkatkan literasi anak terkait pencegahan kekerasan seksual.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Melani Aprianti, dosen Psikologi UMB. Dalam sesi tersebut, siswa dikenalkan pada pentingnya menjaga privasi tubuh, memahami perbedaan safe touch dan unsafe touch, serta pentingnya segera melapor kepada orang tua, guru atau orang dewasa yang dipercaya jika mengalami tindakan tidak pantas.

Materi disampaikan melalui diskusi interaktif, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab agar lebih mudah dipahami oleh peserta.
Melani mengatakan pendidikan tentang perlindungan diri perlu diberikan sejak usia dini agar anak memiliki pengetahuan serta keberanian untuk menjaga keselamatan dirinya.

"Kegiatan ini bertujuan membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan sederhana agar mampu mengenali batasan tubuh, memahami perbedaan sentuhan aman dan tidak aman, berani mengatakan tidak, serta segera mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak tumbuh jadi pribadi yang lebih berani, bijaksana, dan mampu menjaga diri dengan baik, sehingga tercipta lingkungan belajar aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang setiap anak," ujar Melani.

Ia menambahkan antusiasme siswa selama kegiatan cukup tinggi. Namun, masih ditemukan peserta yang belum memahami batasan tubuh dan cara merespons situasi yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual. Karena itu, edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah dan keluarga.

Pihak SDN Kebayoran Lama Utara 09 mengapresiasi kampanye tersebut. Wakil Kepala Sekolah menyebut edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual dan perundungan merupakan bekal penting bagi siswa SD.

"Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dan bullying berjalan dengan lancar. Antusiasme siswa sangat luar biasa. Dari sosialisasi ini kita belajar bahwa setiap kata dan tindakan memiliki dampak. Semoga ini menjadi langkah nyata SDN Kebayoran Lama Utara 09 Pagi menuju Sekolah Zero Bullying dan Zero Kekerasan Seksual. Terima kasih kami sampaikan kepada para pemateri dan seluruh panitia pelaksana atas dedikasi serta ilmu yang diberikan," katanya.

Dari evaluasi kegiatan, para siswa menunjukkan peningkatan pemahaman soal pentingnya menjaga diri, mengenali situasi yang berisiko, serta keberanian melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak semestinya.

Dengan kampanye SCA itu, penyelenggara berharap edukasi pencegahan kekerasan seksual terhadap anak dapat terus diperluas di lingkungan sekolah.

"Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan semakin banyak anak yang memiliki pengetahuan dan keberanian untuk melindungi diri sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka," pungkas Melani. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |