DPR: Ada Penurunan Mobilitas dan Angka Kecelakaan Mudik 2026

6 hours ago 2

KOMISI V DPR menggelar rapat kerja evaluasi penanganan arus mudik dan arus balik 2026. Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan, komisinya mencatat terjadi penurunan, baik dalam segi mobilitas maupun jumlah kecelakaan lalu lintas pada mudik kali ini.

Dia menuturkan, pada arus mudik dan balik 2025, tercatat mobilitas masyarakat sebesar 154,62 juta orang. Tetapi, pada arus mudik dan balik 2026, mobilitas masyarakat tercatat sebanyak 147,55 juta orang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Mobilitas masyarakat turun sekitar 4,57 persen dari mudik di tahun sebelumnya," kata Lasarus di Kompleks DPR, MPR, dan DPD pada Senin, 13 April 2026.

Dia melanjutkan, berdasarkan data yang diperoleh dari Korps Lalu Lintas Polri pada Operasi Ketupat periode 13-25 Maret lalu, tercatat angka kecelakaan lalu lintas setelah mudik kali ini juga mengalami penurunan.

Pada arus mudik dan balik 2025, kata dia, Korlantas mencatat jumlah kejadian kecelakaan yang terjadi adalah sebanyak 2.888 kasus, namun pada mudik kali ini angkanya menurun menjadi 2.727 kejadian.

Data penurunan juga dipaparkan dari catatan Kementerian Perhubungan. Lasarus mengatakan, Kemenhub pada periode H-8 hingga H+8 Idul Fitri 1447 Hijriah mencatat angka kecelakaan turun sekitar 6,31 persen dari tahun sebelumnya.

"Tahun ini ada 3.517 kasus dari sebelumnya 3.754 kasus di 2025," ujar politikus PDIP itu.

Sebelumnya, pada 30 Maret lalu. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kendati mobilitas masyarakat menurun pada arus mudik 2026, namun angka pengguna transportasi umum pada mudik kali ini justru mengalami kenaikan.

Selama periode Lebaran, kata Dudy, total penumpang angkutan umum mencapai 23,54 juta orang, atau naik 10,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dirinci per moda, seluruh jenis transportasi mengalami kenaikan jumlah penumpang. Dudy menjelaskan, angkutan jalan tumbuh 11,64 persen, angkutan laut naik 9,86 persen, transportasi udara meningkat 6,97 persen, dan kereta api bertambah 10,13 persen.

Adapun lonjakan paling tinggi terjadi pada moda penyeberangan yang mencapai 15,36 persen. Dari sisi kendaraan pribadi, kata dia, arus keluar wilayah Jabodetabek didominasi pergerakan ke arah timur Pulau Jawa.

Dudy melanjutkan, 50 persen kendaraan pribadi yang meninggalkan Jabodetabek bergerak ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adapun kendaraan menuju arah barat seperti Jawa Barat, Banten, dan Sumatera mencapai 22 persen.

Nandito Putra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |