Dosen Komunikasi: Penunjukan Hasan dan Qodari Kurang Tepat

3 hours ago 2

DOSEN Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menyoroti perombakan kabinet atau reshuffle kabinet di bidang komunikasi. Bagi dia, penunjukan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari kurang tepat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Keduanya berpeluang menerapkan komunikasi dalam konteks politik, bukan dalam nuansa komunikasi publik. "Padahal selama ini komunikasi publik pemerintahan Prabowo kerap menjadi sorotan masyarakat," kata dia dalam keterangan tertulis pada Selasa, 28 April 2026.

Dia menilai reshuffle kabinet tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Reshuffle bidang komunikasi terkesan hanya diisi orang lama yang tidak memiliki kompetensi di bidang komunikasi publik. Muhammad Qodari dan Hasan Nasbi bahkan tak memiliki latar belakang pendidikan komunikasi.

Hasan Hasbi, kata dia, memang pernah menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Namun Prabowo tahun lalu mereshuffle Hasan Hasbi. 

"Reshuffle kabinet seperti itu tidak sesuai dengan tujuan reshuffle. Salah satunya untuk penyegaran kabinet guna meningkatkan kinerja kabinet," kata dia.

Menurut dia, reshuffle kabinet seharusnya mengganti menteri atau pejabat yang berkinerja buruk dengan sosok baru yang diharapkan lebih kompeten. Dia meragukan keduanya mampu meningkatkan komunikasi pemerintah. Meski begitu, dia meminta keduanya memperkuat komunikasi publik pemerintah. 

"Dengan begitu, reshuffle kabinaet di bidang komunikasi benar-benar meningkatkan kinerja, khususnya dalam komunikasi publik," ujar dia.

Hasan dan Qodari belum menjawab pesan Tempo mengenai ini. Hasan Nasbi sebelumnya mengatakan ingin mengklarifikasi berita-berita tidak benar. "Termasuk juga mungkin nanti dari pemerintah tentu akan dan harus juga meluruskan hal-hal, berita-berita, pemahaman atau informasi yang tidak benar terhadap pemerintah," ucap dia di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin. 

Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin, 27 April 2026. Reshuffle ini menjadi yang kelima sejak Ketua Umum Partai Gerindra itu dilantik sebagai kepala negara pada Oktober 2024.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |