Dokter Paru Ungkap Alasan Tak Boleh Pakai Masker Basah untuk Tangkal Abu Vulkanik

4 hours ago 1
Dokter Paru Ungkap Alasan Tak Boleh Pakai Masker Basah untuk Tangkal Abu Vulkanik Sejumlah pelajar menggunakan masker saat pembelajaran tatap muka di SDN Jati Asih X, Kota Bekasi, Senin (7/9/2026).(ANTARA/BINTANG PAMUNGKAS)

Penggunaan masker menjadi hal krusial saat terjadi erupsi gunung berapi yang mengeluarkan abu vulkanik. Namun, terdapat kekeliruan di masyarakat yang menganggap bahwa membasahi masker dengan air dapat lebih efektif menyaring debu. Dokter spesialis paru menegaskan bahwa tindakan tersebut justru berbahaya bagi kesehatan pernapasan.

Risiko Masker Basah Saat Terpapar Abu Vulkanik

Dokter spesialis paru menjelaskan bahwa masker yang basah atau sengaja dibasahi akan mengalami kerusakan struktur pada pori-porinya. Abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda dengan debu biasa; ia mengandung partikel silika, kristal, dan zat kimia yang bersifat korosif serta sangat halus.

Berikut adalah alasan mengapa masker basah dilarang untuk menangkal abu vulkanik:

  • Menghambat Aliran Udara: Masker yang basah akan menutup pori-pori kain atau filter, sehingga pengguna akan merasa lebih sesak napas. Hal ini memaksa paru-paru bekerja lebih keras untuk menghirup oksigen.
  • Efektivitas Filtrasi Menurun: Air yang terserap ke dalam serat masker justru dapat merusak lapisan elektrostatis (pada masker medis atau N95) yang berfungsi menangkap partikel mikro. Akibatnya, partikel abu vulkanik yang sangat kecil tetap bisa menembus masuk ke saluran napas.
  • Risiko Pertumbuhan Mikroorganisme: Kondisi lembap pada masker menjadi media yang sangat baik bagi pertumbuhan bakteri dan jamur, yang jika terhirup dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dampak Abu Vulkanik bagi Paru-Paru

Paparan abu vulkanik secara langsung tanpa perlindungan yang tepat dapat menyebabkan iritasi hebat pada saluran pernapasan. Partikel tajam dalam abu dapat menyebabkan luka kecil di jaringan paru, memicu batuk kering, sesak napas, hingga memperparah kondisi penderita asma atau PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis).

Rekomendasi Dokter: Gunakan masker dalam kondisi kering. Masker jenis N95 sangat disarankan karena memiliki kemampuan filtrasi hingga 95% terhadap partikel halus. Jika hanya tersedia masker bedah, gunakan secara benar dan segera ganti jika masker sudah terasa kotor atau lembap karena keringat.

Langkah Pencegahan yang Tepat

Selain menghindari penggunaan masker basah, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan selama hujan abu berlangsung. Jika harus keluar rumah, pastikan seluruh area pernapasan tertutup rapat dan gunakan pelindung mata (goggle) untuk menghindari iritasi akibat partikel kristal pada abu vulkanik.

Dokter mengingatkan agar masyarakat selalu memperbarui informasi dari otoritas terkait dan tidak melakukan eksperimen mandiri terhadap alat pelindung diri yang justru dapat memperburuk risiko kesehatan di tengah bencana alam.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |