Diet Jus Sayur Selama Tiga Bulan, Wanita 110 Kg Dilaporkan Alami Gagal Ginjal Akut

2 weeks ago 14
Diet Jus Sayur Selama Tiga Bulan, Wanita 110 Kg Dilaporkan Alami Gagal Ginjal Akut  Ilustrasi(magnific)

UPAYA menurunkan berat badan secara instan kembali memicu konsekuensi kesehatan yang serius. Seorang ibu rumah tangga berusia 56 tahun dengan berat badan 110 kilogram dilaporkan mengalami gagal ginjal akut (Acute Kidney Injury/AKI) setelah menjalani pola makan ekstrem selama tiga bulan.

Melansir laporan Times of India, wanita tersebut tergiur mencoba metode diet yang ia saksikan di televisi. Dalam praktiknya, ia menghentikan total konsumsi karbohidrat dan menggantinya dengan konsumsi sayuran hijau serta jus dalam volume yang sangat besar secara terus-menerus.

Komposisi Diet dan Kondisi Medis

Minuman yang dikonsumsi pasien merupakan campuran dari berbagai bahan alami yang sebenarnya kaya nutrisi, namun menjadi berbahaya karena dikonsumsi secara berlebihan tanpa asupan penyeimbang.

Bahan-bahan tersebut meliputi labu botol (bottle gourd), amla (nellikai), labu abu (ash gourd), dan fenugreek (menthya). Di saat yang sama, ia juga menggunakan suntikan penurun berat badan berdasarkan resep dokter.

Kombinasi diet ketat dan asupan jus tinggi oksalat ini memicu penurunan fungsi organ yang drastis. Berikut adalah data perubahan indikator kesehatan pasien berdasarkan hasil pemeriksaan medis:

Parameter Pemeriksaan Kondisi Normal/Awal Kondisi Setelah Diet Ekstrem
Kadar Kreatinin Serum 1,0 mg/dL 3,0 mg/dL
Diagnosa Medis - Gagal Ginjal Akut (AKI)
Temuan Biopsi Ginjal - Endapan kristal oksalat (Oxalate Nephropathy)

Mengenal Oxalate Nephropathy

Tim medis yang menangani kasus ini menemukan adanya endapan kristal oksalat yang tersebar luas di seluruh jaringan ginjal pasien. Kondisi ini dikenal sebagai oxalate nephropathy, sebuah gangguan di mana kristal kalsium oksalat menumpuk dan menyumbat fungsi penyaringan ginjal.

Pemicu utamanya diduga kuat berasal dari konsumsi jus sayuran berkandungan oksalat tinggi yang dilakukan secara masif selama 90 hari. Meski sayuran adalah komponen penting dalam gizi seimbang, mengonsumsinya sebagai satu-satunya sumber nutrisi utama dalam jangka panjang sangat tidak direkomendasikan oleh ahli medis.

Catatan Medis: Tim dokter menegaskan bahwa jus sayuran tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam batas wajar. Risiko muncul ketika terjadi ketidakseimbangan ekstrem antara asupan sayuran dengan karbohidrat, protein, dan lemak sehat.

Pentingnya Pengawasan Tenaga Ahli

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mentah-mentah mengikuti tren diet yang beredar di media sosial maupun televisi. Setiap individu memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga program penurunan berat badan harus dipersonalisasi.

Para ahli kesehatan menganjurkan langkah-langkah berikut sebelum memulai program diet:

  • Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan metode yang aman.
  • Memastikan asupan nutrisi tetap seimbang (mencakup karbohidrat, protein, dan mineral).
  • Melakukan pemeriksaan fungsi organ secara berkala jika menjalani program penurunan berat badan yang signifikan.
  • Menghindari pola makan yang menghilangkan satu kelompok nutrisi secara total tanpa pengawasan medis.

Dengan pengawasan yang tepat, target berat badan ideal dapat dicapai tanpa harus mengorbankan kesehatan organ vital seperti ginjal. (TIMES OF INDIA/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |