Fenomena weight regain ternyata dipicu faktor biologis.(Dok. Magnific)
MEMPERTAHANKAN berat badan ideal sering kali jauh lebih sulit daripada proses menurunkannya. Fenomena kenaikan berat badan kembali atau weight regain kini mendapat penjelasan ilmiah baru yang menunjukkan bahwa kondisi ini bukan sekadar masalah kurangnya disiplin, melainkan adanya mekanisme biologis tubuh yang kompleks.
Berdasarkan tinjauan ilmiah dalam jurnal Current Obesity Reports (Maret 2025) oleh peneliti dari Maastricht University, tubuh manusia memiliki kecenderungan alami untuk kembali ke berat badan semula.
Salah satu temuan kuncinya adalah adanya "memori obesitas" pada sistem kekebalan tubuh.
Sel-sel imun dalam jaringan lemak yang pernah mengalami obesitas jangka panjang tetap membawa perubahan permanen meski berat badan sudah turun, sehingga memicu tubuh untuk menyimpan lemak kembali.
Selain faktor sistem imun, mikrobioma usus juga memegang peranan vital. Komposisi bakteri di saluran pencernaan memengaruhi metabolisme energi dan kontrol rasa lapar.
Ketidakseimbangan mikrobioma pasca-diet dapat membuat tubuh lebih efisien menyerap kalori namun lambat dalam membakarnya, yang mempercepat kenaikan berat badan.
Aspek fisik lainnya adalah hilangnya massa otot selama program penurunan berat badan. Karena otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, berkurangnya massa otot menyebabkan metabolisme basal menurun.
Kondisi ini membuat kelebihan asupan kalori sekecil apa pun lebih mudah disimpan sebagai cadangan lemak baru.
Dari sisi neurologis, otak turut merespons penurunan berat badan dengan mengirimkan sinyal lapar yang lebih kuat dan menunda rasa kenyang. Ini merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh untuk menjaga cadangan energi.
Oleh karena itu, para ahli menekankan pentingnya latihan kekuatan, asupan protein yang cukup, dan menjaga kesehatan usus sebagai strategi jangka panjang.
Kesimpulannya, menjaga stabilitas berat badan memerlukan pendekatan yang lebih realistis dan berkelanjutan. Memahami bahwa ada hambatan biologis di balik weight regain dapat membantu individu menyusun strategi gaya hidup yang tidak hanya mengandalkan kemauan keras, tetapi juga mendukung pemulihan sistem metabolisme tubuh. (National Library of Medicine/Z-10)

















































