Dedengkot Sludge Metal Eyehategod Guncang Hammersonic 2026

4 hours ago 2

BAND sludge metal asal Louisiana, Amerika Serikat, Eyehategod, mengguncang panggung Hammerstage pada hari pertama Hammersonic Festival di NICE PIK 2, Tangerang, Sabtu, 2 Mei 2026. Mike IX Williams dan kawan-kawan untuk kali kedua ke Indonesia setelah tujuh tahun lalu tampil di Rock in Celebes 2019 yang bertempat di Makassar dan Surabaya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Memulai aksi panggungnya pukul 18.00 WIB, gitaris Jimmy Bower menyapa penonton sembari LED di belakangnya muncul tulisan “EYEHATEGOD” lalu langsung memainkan beberapa lagu, salah satunya “Dogs Holy Life”. Sementara vokalis Mike terus berbanyi dengan suara berat sembari sesekali mengangkat-angkat stand mic-nya.

Band yang terbentuk pada 1988 itu pun melanjutkan aksi panggungnya dengan lagu “High Risk Trigger” dari album A History of Nomadic Behavior pada 2021. Sementara salah satu lagu populernya “Medicine Noose” juga dibawakan sekaligus membuat penonton turut menyanyi menirukan suara Mike.

Aksi panggung Eyehategod tak berhenti di situ, mereka terus memadatkan panggung dengan suara yang keluar dari instrumennya meski hanya bermain dengan satu gitar listrik, bas dan drum. Lagu-lagu seperti “Masters of Legalized Confusion”, “New Orleans Is the New Vietnam”, dan “Methamphetamine” pun dibawakan.

Penonton awalnya terlihat tenang dan sesekali menganggukkan kepala mengikuti tempo lagu Eyehategod hingga penampilan mereka berlalu sekitar 30 menit. Namun setelahnya, penonton mulai memanas dan melakukan circle pit sembari mengikuti Mike bernyanyi hingga lagu terakhir dalam penampilan total 50 menit.

Saat hendak mengakhiri set panggungnya dengan sisa tiga lagu, Mike mengingatkan penonton tentang penampilan Eyehategod pada 2019 di Indonesia. “Kami sangat menyayangi kalian secara romantis. Apakah ada di sini yang menonton kami pada 2019?” tanyanya. Sontak beberapa penonton menjulurkan tangannya ke atas.

Untuk menutup aksi panggungnya, Eyehategod membawakan lagu “Everything, Everyday” dengan lirik yang membicarakan tentang keseharian para pekerja dan lirik yang dilantunkan secara berulang, membuat intens antara di atas panggung dengan area penonton. Sebagai penutup, Mike dan kawan-kawan lagu “Dixie Whiskey”. 

Sebelumnya, di panggung yang sama telah tampil band asal Malaysia, Sekumpulan Orang Gila yang disusul unit metalcore asal Jepang Crystal Lake. Keduanya masing-masing tampil selama 50 menit.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |