Belanja Banyak Sekaligus Lebih Untung? Ini Penjelasan Ahli

8 hours ago 6

CANTIKA.COM, Jakarta - Banyak dari kita suka belanja kebutuhan rumah tangga dalam jumlah besar. Kemasan besar terlihat lebih menguntungkan, dan troli penuh terasa seperti keputusan finansial yang cerdas. Tapi, benarkah selalu begitu? Ternyata, ada faktor psikologis di baliknya.

Kenapa Belanja Banyak Terasa Lebih Menguntungkan?

Alasan utamanya ada pada cara otak memproses nilai dan efisiensi.

“Otak kita bergantung pada jalan pintas mental, yang disebut heuristik, untuk membuat keputusan tanpa menganalisis semua informasi secara menyeluruh,” kata Ciara Bogdanovic, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, dilansir dari Real Simple.

“Kita menggunakan cara ini untuk mengambil keputusan cepat dan menghemat energi mental,” ungkapnya.

Menurut Bogdanovic, menghitung harga satu per satu dari daftar belanja memang butuh waktu dan usaha, apalagi saat kamu sedang sibuk.

“Sebagai gantinya, kita mengandalkan petunjuk seperti label ‘nilai’ atau opsi pembelian dalam jumlah besar untuk menentukan mana yang terlihat paling menguntungkan,” jelasnya.

Padahal, insting ini tidak selalu akurat. Untuk memastikan benar-benar hemat, kamu tetap perlu cek harga per unit dan membandingkannya dengan ukuran lebih kecil. Kemasan besar sering kali hanya memberi sinyal “lebih murah” sebelum kamu benar-benar menghitungnya.

Apakah Belanja Banyak Benar-Benar Lebih Hemat?

Jawabannya, tergantung. Kamu bisa hemat kalau harga per unit memang lebih murah dan barang-barangnya benar-benar akan digunakan sebelum rusak

“Membeli dalam jumlah besar bisa menghemat uang, tapi harus sesuai kebutuhan rumah tangga,” ucap Clay Cary.

Menurut Cary, penghematan biasanya terasa pada barang yang sering dipakai, seperti tisu dapur, tisu toilet, beras, pasta, makanan kaleng, camilan, hingga daging yang bisa dibagi dan dibekukan.

Hal serupa disampaikan Andrea Woroch. Barang tahan lama seperti minyak zaitun, gula, tepung, dan granola bar cenderung lebih worth it dibeli dalam jumlah besar.

Selain itu, produk rumah tangga seperti kantong sampah dan plastik penyimpanan juga bisa lebih hemat jika dibeli sekaligus banyak. Kalau ruang penyimpanan terbatas, kamu bahkan bisa patungan dengan tetangga.

Kapan Sebaiknya Hindari Belanja Banyak?

Sayangnya, belanja dalam jumlah besar tidak selalu jadi pilihan cerdas. Hindari membeli produk segar seperti buah, salad, atau makanan panggang dalam jumlah besar. Alasannya simpel, cepat rusak dan berisiko terbuang.

Sebelum membeli, coba pikirkan apakah kamu punya cukup tempat penyimpanan? Apakah kamu tetap akan membeli sebanyak itu tanpa promo “paket besar?

Camilan dalam kemasan besar juga bisa jadi jebakan. “Meskipun terlihat lebih murah, camilan seperti keripik atau biskuit bisa jadi basi jika tidak segera dihabiskan,” kata Woroch.

Kalau dibiarkan terlalu lama, kualitasnya menurun dan akhirnya terbuang, yang berarti kamu justru rugi.

Kesimpulannya, belanja dalam jumlah besar bisa hemat, tapi enggak selalu. Kuncinya ada di perencanaan, bukan impulsif.“Belanja dalam jumlah besar sebaiknya dilakukan dengan strategi, bukan karena tergoda,” kata Cary.

Pilihan Editor: Syifa Hadju Cerita Sering Belanja Online, Merek Ini jadi Incarannya

REAL SIMPLE | SILVY RIANA PUTRI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |