Jakarta, CNN Indonesia --
Karim al-Haj Hussein (9) menjadi satu-satunya survivor atau korban selamat dalam serangan udara Israel yang turut menghancurkan bangunan kediaman keluarganya di kota Baalbek, Lebanon.
Mengutip dari Aljazeera dalam berita video yang diunggah 2 April 2026, serangan Israel itu menewaskan ibu, ayah, dan anggota keluarganya yang lain. Sementara itu, Karim berhasil merangkak keluar dari reruntuhan rumahnya, meskipun dirinya sendiri terluka.
Di balik kesedihan dan mungkin traumanya--Karim bisa menjelaskan posisi keluarganya di rumah saat serangan udara Israel menerjang. Dengan suara anak-anaknya, dia menunjukkan foto-foto kondisi rumahnya yang hancur, foto orang tua dan anggota keluarga lain dalam ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia duduk bersender ke pamannya, Ahmad Al Bouari, yang menemani Karim saat menyusun kepingan ingatan atas peristiwa tragis itu.
"Kami sedang duduk-duduk di ruang keluarga. Saya, ayah saya, kakak saya, ada juga tetangga kami dan putrinya. Ibu saya ada di dalam kamar tidur-letaknya di belakang dapur," kata Karim.
"Ketika ledakan terjadi. Saya merasakan telinga saya berdengung, dan saya tidak dapat bernapas atau melihat dengan jelas," imbuhnya.
Karim mengaku terjatuh ke dalam lubang yang sangat dalam dan tertindih puing-puing.
"Saya jatuh ke dalam lubang yang sangat dalam. Coba memindahkan batu-batu sampai saya akhirnya bisa keluar dengan sulit," kata Karim.
Serangan udara Israel menghancurkan jembatan di dekat Qasmiyeh, Lebanon, 22 Maret 2026. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Ahmad mengatakan kerabat yang lain--termasuk dirinya-- berusaha keras menjaga dan menenangkan Karim setelah kehilangan seluruh keluarganya dalam serangan Israel tersebut. Kini, kata Ahmad, kerabat yang lain adalah penjaga yang menjadi wali Karim.
"Dia menangis sepanjang malam. 'Saya mau ibu, saya mau tidur dipeluk ibu'. Ketika dia tidur di sebelah anak saya dan saya, dia memeluk saya dan anak saya dan berkata, 'Saya mau ibu saya, saya mau ayah saya'," ujar Ahmad.
Sementara itu, dalam sebuah rekaman video ponsel, nenek Karim, Sabah Tufaili, di depan rumah anaknya yang hancur menunjukkan kemarahan.
"Inikah tujuan dari bom kalian [Israel]," katanya di antara puing-puing bangunan seraya memegang sebuah mainan truk berwarna kuning.
"Mereka adalah anak-anak. Ini adalah anak laki-laki dari putri saya, dia baru berusia tiga tahun. Apakah kalian menyerang untuk ini?" kata Sabah menahan air mata menceritakan adik Karim yang jadi korban.
Aljazeera melaporkan militer Israel (IDF) tak merespons soal serangan ke rumah warga sipil itu. Namun, menyatakan akan tetap melanjutkan operasi militer ke wilayah Lebanon selatan dengan dalih memburu milisi Hizbullah.
Israel: Hantam 3.500 Target di Lebanon
Sementara itu, mengutip AFP, pada Jumat (3/4) ini, IDF menyatakan telah menyerang lebih dari 3.500 target di seluruh Lebanon dalam sebulan terakhir--sejak pertempuran dengan kelompok militan Hizbullah dimulai.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret setelah Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan roket ke Israel. AFP memberitakan roket Hizbullah itu ditujukan untuk membalas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Israel, diwartakan AFP, merespons dengan serangan besar-besaran di seluruh Lebanon dan serangan darat.
Pada Kamis (2/4) lalu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan kembali bahwa pasukan IDF "akan membersihkan Hizbullah dan para pendukungnya dari Lebanon selatan, mempertahankan kendali keamanan Israel di seluruh wilayah Litani [Lebanon selatan yang ditandai daerah aliran sungai Litani], dan membongkar kemampuan militer Hizbullah di seluruh Lebanon".
IDF per Jumat ini mengklaim telah berhasil menewaskan sekitar 1.000 militan di Lebanon sejak sebulan lalu lewat serangan yang menargetkan--yang mereka klaim-- 'infrastruktur teroris, fasilitas penyimpanan senjata, posisi peluncuran, dan markas komando dan kendali' Hizbullah.
Sementara itu, Kemenkes Lebanon per Kamis (2/4) lalu menyatakan akibat serangan Israel ke wilayah selatan itu setidaknya 1.345 orang telah tewas, dan 4.040 terluka. Rinciannya, korban tewas 1.129 pria, 91 perempuan, dan 125 anak-anak.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa jumlah korban juga termasuk 53 petugas kesehatan.
Sementara itu, kelompok Hizbullah di Lebanon sejauh ini belum mengumumkan kerugiannya.
Perwira UNIFIL ber penghormatan terakhir untuk 3 Prajurit TNI yang tewas karena diduga serangan Israel di Lebanon. (Arsip UN Web TV)
Kecaman 15 Anggota DK PBB
Sebanyak 15 negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), termasuk Amerika Serikat, kompak mengutuk serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI.
Tiga prajurit TNI tersebut tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
Sementara itu, dalam pernyataan pada Rabu (1/4), Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya tiga Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian (UNIFIL) di Lebanon. Mereka tewas di tempat dan waktu terpisah pekan ini karena serangan Israel ke Lebanon.
"Anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia," demikian pernyataan DK PBB, seperti dikutip Anadolu Agency.
DK PBB turut mendoakan prajurit TNI yang terluka agar diberikan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya. Badan itu memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabadian prajurit dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
"(Kami) memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa mereka demi perdamaian dan keamanan internasional, dan menyampaikan apresiasi mendalam kepada negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL," demikian pernyataan DK PBB.
Tiga prajurit TNI yang bertugas di pasukan UNIFIL tewas dalam dua serangan di Lebanon selatan dalam kurun waktu 24 jam.
Serangan pertama terjadi pada Minggu lalu di pos unit Indonesia di dekat desa Adchit Al Qusayr yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon.
Serangan kedua terjadi pada Senin lalu saat kendaraan pasukan Indonesia melintas di dekat Bani Hayyan. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden tersebut.
Dua serangan itu juga melukai sejumlah personel, dengan rincian tiga terluka pada Minggu dan dua lainnya terluka pada Senin.
PBB telah memulai penyelidikan atas dua insiden tersebut.
Namun, pernyataan DK PBB ini sama sekali tidak menyinggung Israel, yang melancarkan invasi sewenang-wenang ke Lebanon selatan. Pernyataan ini juga tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Seorang sumber keamanan PBB pada Selasa (31/3) mengatakan kepada AFP bahwa personel TNI yang tewas pada Minggu terkena tembakan yang diluncurkan dari tank Israel. Puing-puing dari peluru tank Negeri Zionis ditemukan di lokasi kejadian.
Sementara itu, dua personel TNI yang gugur pada Senin disebut terkena ledakan yang kemungkinan berasal dari ranjau.
(aljazeera/afp/kid)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
2


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491263/original/038261600_1770089716-wehrmann_j.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)





