Cegah Kebutaan Permanen, Penderita Diabetes Diminta Rutin Periksa Mata

6 days ago 1
Cegah Kebutaan Permanen, Penderita Diabetes Diminta Rutin Periksa Mata Imbauan untuk penderita diabetes agar tidak menganggap remeh penglihatan buram.(Dok. Magnific)

GURU Besar Ilmu Kesehatan Mata Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Muhammad Bayu Sasongko, mengimbau masyarakat untuk berhenti menormalisasi gangguan penglihatan sebagai dampak wajar dari penuaan atau penyakit diabetes. Anggapan keliru ini sering kali membuat pasien menunda pemeriksaan medis hingga memicu komplikasi kebutaan permanen.

Dalam Forum Jurnalis Kesehatan bertajuk "Mencegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik" di Jakarta, Senin (20/7), Prof. Bayu mengungkapkan bahwa survei persepsi menunjukkan banyak pasien menganggap pandangan buram adalah hal lumrah bagi penderita diabetes yang sudah lanjut usia. "Normalisasi seperti ini harus diluruskan karena menghambat penanganan dini," tegasnya.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan prevalensi diabetes di Tanah Air terus meningkat, dengan estimasi satu dari sepuluh penduduk kini hidup dengan kondisi tersebut. Sementara itu, Organisasi Diabetes Internasional (IDF) mencatat jumlah penderita diabetes di Indonesia telah melampaui 20 juta jiwa dan diproyeksikan melonjak hingga 30 juta orang pada 2045.

Prof. Bayu menjelaskan bahwa penurunan fungsi penglihatan akibat komplikasi diabetes, atau retinopati diabetik, sebenarnya dapat dicegah. Progresivitas penyakit ini bisa dihambat jika pasien rutin melakukan deteksi dini dan mendapatkan penanganan medis yang tepat sejak awal gejala muncul.

Membiarkan komplikasi berlanjut tidak hanya menurunkan kualitas hidup pasien secara drastis, tetapi juga memberikan beban psikologis dan finansial bagi keluarga. Pasien yang kehilangan penglihatan akan kehilangan kemandirian mobilitas serta akses terhadap informasi esensial, mengingat 85 persen informasi sensoris manusia ditangkap secara visual.

Melalui edukasi yang masif, diharapkan penderita diabetes lebih proaktif memeriksakan kondisi mata mereka. Kesadaran untuk melakukan skrining berkala menjadi kunci utama dalam menghindari risiko kebutaan yang dapat merusak produktivitas dan masa depan pasien. (Ant/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |