Candi Prambanan Jadi ‘Senjata’ Diplomasi Baru RI-India, Targetkan Ledakan Turis asal India

2 weeks ago 22
Candi Prambanan Jadi ‘Senjata’ Diplomasi Baru RI-India, Targetkan Ledakan Turis asal India Ilustrasi(Dok Kementerian Pariwisata)

KUNJUNGAN Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Candi Prambanan pada Rabu (8/7), Indonesia menjadi momentum bersejarah. Momen ini bisa menjadi magnet kuat untuk merebut pasar pariwisata spiritual dan budaya global dan menjadikan Candi Prambanan diharapkan menjadi pemicu ledakan turis asal India.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana lewat keterangan persnya. Pada momen kemarin, Menpar juga berkesempatan mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat menyambut PM Modi di Yogyakarta.

Menpar Widiyanti menilai bahwa kunjungan PM Modi ke Prambanan menjadi momentum krusial untuk memperkuat hubungan people-to-people contact antara kedua negara. Hubungan yang terjalin bukan lagi sekadar urusan diplomatik biasa, melainkan ikatan budaya dan peradaban yang telah mengakar kuat sejak lama melalui seni, arsitektur, hingga kisah epik Ramayana dan Mahabharata.

Selama ini, Bali selalu menjadi kiblat utama bagi wisatawan asal India yang lekat dengan julukan Negeri Anak Benua. Namun, kehadiran PM India ke Candi Prambanan menjadi jembatan emosional baru yang tidak kalah magis. 

“Kami ingin menjadikan Prambanan sebagai salah satu jembatan penting dalam memperkuat hubungan pariwisata budaya dan spiritual antara Indonesia dan India. Bersama Bali, Prambanan memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan wisatawan India,” kata Menteri Pariwisata.

Sejak 2025, pemerintah Indonesia mengembangkan peringatan Siwaratri dan Mahasiwaratri sebagai bagian dari kegiatan keagamaan dan budaya yang berpotensi menarik wisatawan mancanegara asal India.

Berbagai kegiatan lain juga terus dikembangkan untuk memperkuat daya tarik kawasan Prambanan, antara lain Prambanan Shiwa Festival, Prambanan Jazz Festival, serta beragam kegiatan budaya dan pariwisata lainnya.

Demi merealisasikan mengalirkan turis India langsung ke pulau Jawa, Kementerian Pariwisata gencar melobi pemerintah India sekaligus menggandeng Angkasa Pura untuk memberikan stimulus ekstrem berupa pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat (free landing fee & parking fee) di Yogyakarta International Airport (YIA) pada periode tertentu. Hal itu dilakukan demi memicu pembukaan rute penerbangan langsung. 

Ambisi ini kian dipermudah dengan adanya sinyal hijau dari pemerintah yang saat ini tengah menggodok matang usulan skema Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi turis India di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian.

Berdasarkan data performa, kunjungan wisatawan India terus melonjak tajam dari 606.439 kunjungan pada tahun 2023 menjadi 734.490 kunjungan pada tahun 2025, dan tren positif tersebut terus berlanjut hingga mencatatkan angka 298.450 kunjungan sepanjang Januari hingga Mei 2026.

“Ke depan, Kemenpar akan terus berupaya dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan paket wisata yang menarik sekaligus memperkuat konektivitas menuju Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi pariwisata prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata,” kata Menteri Pariwisata.

Kehadiran PM Modi di tengah posisi strategis India sebagai Ketua BRICS 2026 serta Wakil Ketua IORA diyakini menjadi high-value publicity gratis yang akan melambungkan citra Indonesia di kancah internasional. 

Menpar Widiyanti optimistis bahwa momentum ini tidak hanya akan melipatgandakan jumlah kunjungan, tetapi juga membuka keran investasi pariwisata serta memantapkan posisi kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai episentrum baru pariwisata dunia yang wajib dikunjungi oleh masyarakat global.

“Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Modi, kami berharap dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia di mata wisatawan India dan komunitas internasional,” tutup dia. (AT/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |