Bupati Trenggalek Tertahan Usai Umroh Imbas Perang Timur Tengah

3 hours ago 2

Surabaya, CNN Indonesia --

Sejumlah jemaah umrah asal Jawa Timur masih tertahan di Arab Saudi imbas konflik bersenjata yang terjadi di Timur Tengah. Salah satunya ialah Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menjelaskan situasi di ruang udara Timur Tengah saat ini sedang tidak menentu, sehingga banyak maskapai yang terpaksa melakukan pembatalan atau penundaan jadwal demi keamanan penumpang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sahabat saya, Mas Arifin, Mas Ipin Bupati Trenggalek belum bisa kembali ke tanah air karena kondisi di Timur Tengah dan dampaknya kepada penerbangan," kata Emil di Surabaya, Rabu (4/3).

Emil menekankan prioritas utama saat ini adalah keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang sedang berada di wilayah konflik tersebut, termasuk para jemaah umrah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memantau perkembangan situasi dan berharap otoritas terkait dapat segera menemukan solusi terbaik agar proses pemulangan bisa berjalan lancar.

Ketua Demokrat Jawa Timur juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mendoakan keselamatan Mas Ipin serta seluruh jemaah umrah lain yang terdampak situasi sulit tersebut.

"Semoga semua jemaah semua warga yang ada di Timur Tengah diberikan keselamatan dan kita percayakan kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk tentunya mengambil langkah-langkah terbaik dalam situasi yang tidak mudah ini. Jadi doa kita semua untuk semua yang ada di sana," ujarnya.

Sebelumnya, ribuan jemaah umrah asal Jawa Timur (Jatim) dilaporkan tertahan di Arab Saudi imbas memanasnya konflik Iran vs Israel-Amerika dalam beberapa hari terakhir.

Kementerian Haji Kantor Wilayah (Kanwil) Jatim menyebut berdasarkan data sementara setidaknya ada 9.400 jemaah umrah asal Jatim tertunda kepulangannya.

"Betul ada kurang lebih 9.400 jemaah umrah asal Jawa Timur yang tertunda kepulangannya," kata Plt Kepala Kemenhaj Jatim Asadul Anam, Senin (2/3).

Menurut Anam, penundaan kepulangan terjadi seiring dengan penyesuaian jalur penerbangan dan kebijakan otoritas setempat yang mempertimbangkan faktor keselamatan.

"Hingga saat ini seluruh jemaah dalam kondisi aman dan berada di bawah pendampingan pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU)," ucapnya.

(fra/frd/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |