Bukan Sekadar Nyeri Sendi, Glucosamine Kini Disorot terkait Neurodegenerasi

2 weeks ago 12
Bukan Sekadar Nyeri Sendi, Glucosamine Kini Disorot terkait Neurodegenerasi Suplemen glucosamine dengan percepatan penurunan kognitif.(Dok. Magnific)

PENELITIAN terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Metabolism mengungkapkan adanya kaitan antara penggunaan suplemen glucosamine dengan percepatan penurunan fungsi kognitif. Temuan yang diumumkan oleh University of Florida pada Selasa (9/7) ini menyasar pasien yang telah mengalami gangguan kognitif ringan dan penyakit Alzheimer.

Glucosamine selama ini dikenal luas sebagai suplemen bebas yang digunakan masyarakat, khususnya lansia, untuk meredakan nyeri sendi dan memelihara tulang rawan.

Namun, hasil riset ini memicu kekhawatiran baru mengenai dampak metabolik senyawa tersebut terhadap kesehatan otak pada kelompok rentan yang sudah memiliki gangguan memori.

Tim peneliti melakukan analisis retrospektif terhadap rekam medis skala besar yang diperkuat dengan teknologi pencitraan canggih pada spesimen otak manusia serta model tikus Alzheimer.

Melalui pendekatan ini, ditemukan pola molekuler rumit yang menunjukkan hubungan metabolik antara konsumsi suplemen tersebut dengan proses neurodegenerasi.

Laporan resmi University of Florida menyoroti bahwa pada kelompok pasien dengan Alzheimer dan demensia terkait, penggunaan glucosamine dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian hingga hampir 25%.

Temuan ini menjadi bagian dari gambaran mekanistik yang lebih besar mengenai bagaimana gangguan metabolik dapat memengaruhi kerusakan saraf.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini masih bersifat awal dan merupakan analisis retrospektif. Penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, sehingga diperlukan validasi lebih lanjut melalui uji klinis pada manusia untuk memastikan dampaknya secara menyeluruh.

Hasil riset ini diharapkan menjadi peringatan ilmiah bagi pengguna suplemen, terutama mereka yang berisiko tinggi mengalami demensia. Para ahli menyarankan agar pasien dengan gangguan memori lebih berhati-hati dan mengonsultasikan penggunaan suplemen sendi ini kepada tenaga medis profesional sembari menunggu penelitian lanjutan yang lebih mendalam. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |