Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)
PRESIDEN La Liga, Javier Tebas, melancarkan kritik tajam dan mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino untuk segera mundur dari jabatannya. Tebas menuding kebijakan kontroversial FIFA telah merusak tatanan industri sepak bola global.
Pernyataan keras ini disampaikan Tebas menyusul berbagai polemik yang mencuat sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Petinggi Liga Spanyol itu menyoroti sejumlah kebijakan aneh FIFA, mulai dari penerapan jeda hidrasi berkedok iklan, durasi paruh waktu final yang molor hingga 27 menit berkat penampilan artis pop, hingga wacana gila memperluas turnamen menjadi 64 tim.
"Mereka menghancurkan industri sepak bola, yang menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja, demi sebuah acara yang berlangsung 40 hari," kecam Tebas dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello sport.
Tebas juga menyoroti intervensi politik dalam kasus penundaan sanksi penyerang timnas AS, Folarin Balogun, yang lolos dari hukuman berkat campur tangan Presiden Donald Trump.
Saat ditanya apakah Infantino harus mundur, Tebas menjawab, "Menurut pendapat saya, ya, saya pikir masa jabatannya sudah habis."
Namun, ia menyatakan bahwa pria berusia 56 tahun itu masih mendapat dukungan dari federasi nasional. Ia juga menyebut bahwa sistem pemilihan FIFA sudah busuk sampai ke akarnya.
“Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang mau mencalonkan diri hanya untuk kalah," kata Tebas. "Dia seharusnya tidak bertahan, tetapi kondisi saat ini membuatnya tidak akan pergi.”
Infantino diperkirakan akan terpilih kembali untuk masa jabatan keempat pada kongres FIFA bulan Maret mendatang. Tebas yakin Infantino sebenarnya bisa dijatuhkan sebagai konsekuensi dari keterlibatannya dalam kasus Balogun.
Badan pengatur sepak bola Eropa (UEFA) mengkritik keputusan FIFA saat itu dengan menyebutnya belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat dibenarkan. Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor mengapa Presiden UEFA Aleksander Ceferin tidak menghadiri final Piala Dunia.
(BBC/P-4)

















































