BGN Minta Maaf atas Keracunan MBG di Duren Sawit, Jaktim

5 hours ago 2

BADAN Gizi Nasional menyampaikan permohonan maaf atas keracunan sajian makan bergizi gratis yang terjadi di wilayah Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pemerintah bakal menanggung semua biaya pengobatan korban.

Selain itu, Nanik menyatakan BGN bakal segera menghentikan kegiatan operasional dapur setelah terjadi kasus keracunan tersebut. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap semua biaya pengobatan di rumah sakit,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Nanik menyampaikan, BGN telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut. Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Pondok Kelapa itu, kata dia, telah disetop sementara.

Berdasarkan penelusuran BGN, SPPG tersebut ternyata belum memenuhi standar operasional yang telah ditentukan. “Kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak, belum memenuhi standar,” ujarnya.

Insiden keracunan terjadi pada Jumat, 3 April 2026. Pada Kami sore, 2 April 2026, awalnya SPPG menerima laporan dari guru bahwa 36 siswa mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah mengkonsumsi menu MBG.

Ada empat sekolah yang terdampak keracunan tersebut, yakni Sekolah Menengah Atas Negeri 91, Sekolah Dasar Negeri Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Para korban kini dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, RSKD Pondok Kopo, dan Rumah Sakit Harum.

Menu yang disajikan saat itu berupa spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta stroberi. Total korban yang keracunan hingga saat ini 60 orang. Nanik memastikan semua korban sudah mendapat penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Adapun dugaan sementara penyebab keracunan adalah makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. Menurut Nanik, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan serta memicu gangguan kesehatan.

BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |