Festival Matsuri di Jababeka, Kabupaten Bekasi.(Dok. Jababeka)
FESTIVAL budaya Jepang Sakura Matsuri 2026 kembali digelar di Kota Jababeka, Kabupaten Bekasi, pada 25-26 Juli 2026. Penyelenggaraan festival yang setiap tahunnya menarik puluhan ribu pengunjung tersebut dinilai berpotensi menggerakkan sektor pariwisata, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Sakura Matsuri 2026 akan berlangsung di Hollywood Junction, Kota Jababeka, dengan menghadirkan pertunjukan budaya, kompetisi, bazar kuliner, ruang komunitas, serta penampilan musisi dari Indonesia dan Jepang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Mien Aminah, mengatakan Sakura Matsuri telah berkembang menjadi salah satu agenda unggulan yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Sakura Matsuri telah berkembang menjadi salah satu event unggulan yang mampu menarik puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya. Kehadiran festival ini memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata, kuliner, transportasi, hingga UMKM,” ujar Mien Jumat (10/7).
Menurut dia, konsistensi penyelenggaraan festival tersebut juga membantu memperkuat citra Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri yang memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.
Festival yang diselenggarakan Jababeka bersama Komunitas Alumni Jepang di Indonesia atau KAJI itu akan mempertemukan masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pekerja profesional, komunitas pencinta budaya Jepang, hingga warga negara asing yang tinggal di kawasan industri Cikarang.
Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, mengatakan kegiatan lintas budaya diperlukan karena Kota Jababeka telah berkembang menjadi kawasan multikultural yang dihuni masyarakat dari berbagai negara.
Kota Jababeka saat ini menjadi lokasi bagi lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional. Keberadaan perusahaan tersebut turut membentuk komunitas internasional, termasuk komunitas Jepang yang menjadi salah satu komunitas asing terbesar di kawasan tersebut.
“Komunitas internasional tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri, tetapi juga memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat,” kata Ivonne.
Menurutnya, daya saing sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan investasi dan pembangunan infrastruktur. Keterbukaan masyarakat terhadap keberagaman serta tersedianya ruang kolaborasi juga menjadi unsur penting dalam pengembangan kota modern.
Pada penyelenggaraan tahun ini, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan seni Indonesia dan Jepang, kompetisi cosplay, bazar makanan, serta berbagai kegiatan komunitas. Festival juga akan menghadirkan Japan Indonesia Culture Corner atau JICC sebagai ruang pertukaran budaya kedua negara.
Di area tersebut, pengunjung dapat mengenal tradisi, seni, bahasa, serta kebiasaan masyarakat Indonesia dan Jepang. Sejumlah kegiatan untuk anak-anak dan keluarga juga disiapkan, antara lain lomba mewarnai, peragaan busana anak, dan lomba shuuji atau kaligrafi Jepang.
Ketua KAJI Fuad A. Kadir mengatakan penyelenggaraan Sakura Matsuri 2026 dirancang dengan program yang lebih beragam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini kami menghadirkan rangkaian program yang lebih beragam, mulai dari pertunjukan budaya, cosplay competition, bazar kuliner, hingga penampilan spesial dari JKT48 dan guest performer dari Jepang,” ujar Fuad.
Selain JKT48, festival akan menampilkan DIA, Meutia Amanda, Cikarang Keion Club, SC93 Band, RyuBand, Koki Ota, Shun, Hiro Umeda, Yeonine, YURIWA, Galaxy Big Band, YUM! TUK!, dan Lemon.
Salah satu agenda utama dalam festival tersebut adalah pemilihan Miss Sakura. Pemenang kompetisi itu akan memperoleh kesempatan mengunjungi Jepang selama satu minggu untuk mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
Kesempatan lain juga diberikan kepada pengunjung yang berminat mempelajari bahasa Jepang. Pengunjung dapat mendaftarkan diri melalui Sekretariat KAJI selama festival untuk mengikuti seleksi beasiswa belajar bahasa Jepang di Jepang selama satu bulan.
Menjelang festival, penyelenggara turut mengadakan workshop dan diskusi mengenai pendidikan, kebudayaan, peluang karier, serta informasi mengenai Indonesia dan Jepang. Program tersebut diarahkan untuk memperluas wawasan dan jejaring generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan atau berkarier di perusahaan Jepang.
Pengunjung juga dapat mengikuti Sakura Matsuri Reels Competition dengan mengunggah pengalaman mereka selama festival ke media sosial. Pemenang kompetisi tersebut akan memperoleh hadiah uang tunai dan sejumlah hadiah lainnya.
Penyelenggaraan Sakura Matsuri 2026 didukung antara lain oleh Kedutaan Besar Jepang, The Japan Foundation, Japan External Trade Organization, Japan International Cooperation Agency, Japan National Tourism Organization, Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships, Cikarang Japan Club, serta Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Lokasi festival dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi ataupun transportasi umum. Pengunjung dari Jakarta dan wilayah sekitarnya dapat menggunakan KRL Commuter Line atau layanan Transjabodetabek B51 dengan rute Cawang-Cikarang.
Melalui festival tersebut, penyelenggara berharap interaksi budaya Indonesia dan Jepang tidak berhenti pada kegiatan hiburan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, industri, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia. (Z-10)

















































