Warga mengamati abu vulkanik yang menempel pada mobilnya di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).(Dok. Antara)
PAPARAN abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi bukan sekadar masalah kebersihan biasa bagi pemilik kendaraan. Jika tidak ditangani dengan hati-hati, material vulkanik ini berpeluang menimbulkan kerusakan serius, baik pada estetika eksterior maupun fungsi komponen mekanis kendaraan.
Ahli otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, menegaskan bahwa karakteristik abu vulkanik sangat berbeda dengan debu jalanan pada umumnya. Menurutnya, struktur fisik abu vulkanik jauh lebih berbahaya bagi permukaan benda padat.
"Butirannya sering lebih tajam dan kasar, sehingga saat bergesekan dengan permukaan mobil efeknya bisa seperti amplas halus," ujar Agus saat dihubungi dari Jakarta pada Senin (07/09/2026).
Risiko Mekanis dan Kerusakan Komponen
Dampak paparan abu vulkanik tidak hanya berhenti pada permukaan luar atau bodi kendaraan. Agus menjelaskan bahwa partikel ini dapat mengganggu fungsi vital komponen mobil. Beberapa titik kritis yang rentan terhadap paparan abu vulkanik meliputi:
- Intake Udara: Abu dapat menyumbat saluran masuk udara, yang berpotensi mengganggu proses pembakaran di ruang mesin.
- Wiper: Partikel tajam yang menempel pada karet wiper dapat menggores kaca depan saat diaktifkan.
- Celah Bodi: Abu mudah masuk ke celah-celah sempit yang sulit dijangkau saat pencucian biasa.
- Komponen Bergerak: Mempercepat keausan pada bagian-bagian yang saling bergesekan.
Sifat Abrasif dan Ancaman Korosi
Senada dengan Agus, pakar otomotif ITB lainnya, Yannes Martinus Pasaribu, juga menyoroti bahaya partikel keras dan tajam yang terkandung dalam abu vulkanik. Sifatnya yang abrasif membuat tindakan pembersihan yang salah justru akan memperparah kerusakan.
Yannes memperingatkan pemilik kendaraan agar tidak menyeka atau mengelap kendaraan yang tertutup abu vulkanik dalam kondisi kering. "Membersihkan kendaraan dengan lap dalam keadaan kering bisa menimbulkan baret halus pada kaca maupun cat permukaan kendaraan," jelasnya.
Selain ancaman fisik berupa goresan, terdapat risiko kimiawi yang sering kali luput dari perhatian. Yannes menjelaskan bahwa pada permukaan abu vulkanik sering kali terdapat senyawa sulfat dan klorida.
Peringatan Kimiawi: Senyawa sulfat dan klorida pada abu vulkanik, ketika bercampur dengan air atau kelembapan udara dan dibiarkan mengendap, dapat meningkatkan risiko noda permanen (water spot) dan korosi pada logam.
Dua Masalah Utama: Gesekan dan Kimiawi
Menurut Yannes, ada dua persoalan utama yang harus dihadapi pemilik kendaraan saat terjadi hujan abu. Pertama, dalam kondisi kering, abu dapat menggores karena gesekan. Kedua, dalam kondisi lembap, abu yang dibiarkan terlalu lama akan memicu kerusakan kimiawi.
Partikel abu yang sangat halus juga memiliki kemampuan penetrasi yang tinggi. Abu ini mudah masuk ke sela-sela karet, filter udara, radiator, hingga berbagai celah terkecil pada kendaraan. Hal inilah yang membuat penanganan abu vulkanik memerlukan prosedur khusus.
"Itu sebabnya abu vulkanik jangan diperlakukan seperti debu biasa yang langsung dilap," tegas Yannes. Ia menambahkan bahwa jika partikel halus tersebut masuk ke bagian internal kendaraan dan tidak segera ditangani dengan baik, maka akan memicu masalah teknis yang lebih kompleks di kemudian hari.
Panduan Penanganan Singkat
| Gunakan air mengalir tekanan rendah | Untuk merontokkan abu tanpa gesekan tangan/lap. |
| Cek filter udara | Mencegah partikel masuk ke ruang bakar mesin. |
| Bersihkan sela-sela karet | Mencegah penumpukan yang merusak elastisitas karet. |
| Hindari penggunaan wiper langsung | Mencegah kaca depan tergores permanen. |
Kesimpulannya, kewaspadaan ekstra diperlukan bagi pemilik kendaraan di wilayah terdampak erupsi. Penanganan yang cepat dan tepat menggunakan air mengalir adalah kunci utama untuk menghindari kerugian material yang lebih besar akibat sifat abrasif dan korosif dari abu vulkanik. (Ant/I-1)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)




