AS Selidiki Serangan Udara Maut di Pesta Pernikahan Iran

2 hours ago 1
AS Selidiki Serangan Udara Maut di Pesta Pernikahan Iran Pemakaman korban serangan udara AS pada tempat pernikahan di Iran.(Al Jazeera)

KEMENTERIAN Pertahanan Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki kemungkinan besar bahwa serangan udara mematikan yang menghantam suatu pesta pernikahan di Iran merupakan akibat dari bom AS yang meleset dari target utamanya. Laporan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Otoritas Iran menyatakan bahwa serangan yang terjadi pada Selasa (1/9) malam tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 68 lainnya. Insiden ini merupakan bagian dari gelombang serangan udara dalam pertukaran serangan terberat antara kedua negara sejak Juli lalu.

Investigasi Pentagon dan Temuan Awal

Seorang sumber yang mengetahui operasi tersebut mengungkapkan kepada The Washington Post bahwa Pentagon sedang melakukan investigasi mendalam. Meskipun penyelidik juga mempertimbangkan kemungkinan ledakan berasal dari rudal pertahanan udara yang jatuh, sumber tersebut menyatakan penjelasan itu sangat tidak mungkin.

Serangan terjadi sekitar pukul 21.30 waktu setempat di Kuhestak, wilayah pesisir selatan Iran. Bulan Sabit Merah Iran (IRC) menyerukan ada penyelidikan independen, tidak memihak, menyeluruh, dan efektif di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), mengingat lokasi yang diserang merupakan area sipil.

Kronologi Kejadian di Kuhestak

Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa pasukan AS sebenarnya menargetkan kompleks telekomunikasi di area tersebut. Jet Angkatan Laut menjatuhkan enam bom dan lima di antaranya mengenai sasaran. Namun, satu bom dilaporkan meleset dan menghantam rumah.

Analisis visual menunjukkan bahwa rumah yang terkena dampak berjarak sekitar 440 kaki (sekitar 134 meter) dari menara telekomunikasi yang menjadi target. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, mengonfirmasi bahwa korban tewas terdiri dari dua anak-anak berusia 4 dan 16 tahun serta dua perempuan.

Respons Pemerintah AS

Wakil Presiden JD Vance mengonfirmasi bahwa AS sedang menyelidiki insiden tersebut setelah para ahli senjata menyimpulkan ada kemungkinan besar hantaman langsung dari amunisi AS. Meski demikian, pemerintahan Trump belum secara resmi menerima tanggung jawab penuh atas serangan ini.

"Kami sedang menyelidikinya karena tentu saja kami peduli. Kami ingin tahu," ujar Vance. Ia menambahkan bahwa militer AS selalu belajar dari kesalahan, berbeda dengan pihak Iran. Vance juga menegaskan dengan kepercayaan 100 persen bahwa Amerika tidak pernah menargetkan warga sipil dalam pertempuran.

Konteks Politik: Insiden ini terjadi saat Presiden Donald Trump menghadapi tekanan domestik yang meningkat untuk mengakhiri pertempuran menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.

Duka di Sirik County

Pada Kamis, pelayat berkumpul di dekat desa Kuhestak, Kabupaten Sirik, di sepanjang pantai Selat Hormuz. Rekaman dari kantor berita Mehr menunjukkan prosesi pemakaman yang emosional, termasuk peti mati seorang anak berusia 4 tahun yang terbungkus bendera.

Para pelayat melemparkan kelopak bunga ke udara saat peti mati lewat, sementara personel militer berdiri memberikan penghormatan terakhir di tengah suasana duka yang mendalam bagi warga setempat. (The Independent/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |