AS Jawab Pesan Paus Leo soal Yesus Tolak Doa Orang yang Picu Perang

13 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menjawab pesan Paus Leo XIV soal Tuhan Yesus tidak akan menjawab bahkan menolak doa pemimpin atau orang-orang yang memulai perang.

Sebelumnya, Paus Leo menyampaikan pesan di hadapan puluhan ribu orang di Palm Sunday, perayaan yang membuka pekan paling suci menjelang Paskah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesan tersebut ia sampaikan di tengah perang antara AS dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari.

Pemimpin tertinggi umat Katolik menyebut Yesus tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang apa pun.

"Inilah Tuhan kita, Yesus Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata paus pertama asal Amerika Serikat kepada umat Katolik di , di St. Peter's Square, Vatikan, Minggu (29/3) dikutip Reuters.

"(Yesus) tidak mendengarkan doa orang-orang yang memicu perang, tetapi menolaknya, dengan mengatakan, 'sekalipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan, tanganmu penuh darah,'" ujar Paus Leo, mengutip ayat Alkitab.

Washington kemudian menanggapi pesan dari pemimpin umat Katolik Dunia tersebut terkait perang.

"Negara kita adalah negara yang didirikan hampir 250 tahun lalu, hampir sepenuhnya berdasarkan nilai-nilai Yudaisme-Kristiani. Kita sudah menyaksikan para presiden, para pemimpin Kementerian Perang, dan para tentara kita berdoa di masa-masa paling bergejolak dalam sejarah bangsa kita," kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dikutip dari Newsweek.

"Saya rasa tidak ada yang salah dengan para pemimpin militer kami atau dengan presiden yang menyerukan rakyat Amerika untuk berdoa bagi para anggota militer kita di luar negeri. Jika Anda berbicara dengan begitu banyak personel militer, mereka menghargai doa dan bahkan didukung para komandan militer serta kabinet," ia menambahkan.

Paus Leo XIV sempat menceritakan kisah Yesus jelang penyalibannya seperti terdapat dalam Alkitab.

Kata Paus Leo, sebelum ditangkap, Yesus menegur salah satu pengikutnya karena menyerang orang yang hendak menangkapnya dengan pedang.

"(Yesus) tidak mempersenjatai diri, tidak membela diri, dan tidak berperang. Ia menyingkapkan wajah tuhan yang penuh kelembutan, yang selalu menolak kekerasan. Alih-alih menyelamatkan diri, Ia membiarkan diri-Nya disalibkan," pungkasnya.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |