AS-Iran Sampai Perang di Medsos, Pamer Kecanggihan Rudal-Jet Tempur

10 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pejabat Iran dan Amerika Serikat terlibat cekcok di media sosial saat saling memamerkan kemampuan militer negara masing-masing.

Kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Azizi, terlibat perang kata-kata dengan Wakil Kepala Staf Gedung Putih Dan Scavino usai memamerkan sistem pertahanan rudal Teheran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cekcok itu dimulai ketika Scavino pada 23 Mei mengunggah video gagahnya pesawat pengebom B-2 Spirit yang sedang mengudara. Azizi membalas unggahan tersebut dengan video peluncuran rudal Iran yang menghantam target secara presisi.

Menanggapi video rudal Azizi, Scavino pada 2 Juni mengunggah gambar jam pasir, seolah mengisyaratkan bahwa waktu terus berjalan bagi Iran untuk segera menyepakati negosiasi.

Azizi pada 4 Juni kemudian membalas Scavino dengan video uji coba rudal Kheibar Shekan, yang diberi keterangan: "Kita lihat apa yang akan terjadi!"

Merespons ini, Scavino menyatakan bahwa video tersebut rekayasa kecerdasan buatan.

"LOL, kecerdasan buatan itu omong kosong, sama seperti bunker bawah tanahmu di ___________!" tulis Scavino.

Tak mau kalah, Azizi membalas Scavino dengan sindiran, "Apakah evakuasi hampir 9.000 warga Amerika dan penghancuran pangkalan militer Anda di wilayah (Timur Tengah) juga merupakan AI? :)"

AS dan Iran hingga kini belum kunjung mufakat usai berbagai putaran pembicaraan dilakukan sejak gencatan senjata pada 8 April.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu (3/6) mengatakan "tidak ada kemajuan nyata" dalam negosiasi karena Israel masih terus menyerang kelompok milisi Hizbullah Lebanon, sekutu Teheran.

Meski begitu, Araghchi mengatakan jalur komunikasi dengan AS tetap terbuka hingga kini. Kendati demikian, ia memperingatkan setiap serangan terhadap Lebanon akan memicu "kembalinya konflik AS-Iran secara penuh".

Dikutip Al Jazeera, Lebanon dan Israel sepakat memperpanjang gencatan senjata pada Rabu. Namun, beberapa jam sebelumnya, Israel menyerang Lebanon selatan hingga menewaskan satu personel UNIFIL.

Hizbullah pada Kamis menyatakan menolak memperpanjang gencatan senjata. Sebab menyetujui perjanjian tersebut dianggap sama dengan menyerahkan diri.

[Gambas:Twitter]

(blq/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |