AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran demi Jalur Diplomasi

2 weeks ago 13
AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran demi Jalur Diplomasi Kapal Induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln.(ANTARA/Andolu)

AMERIKA Serikat (AS) memutuskan untuk menghentikan sementara operasi militernya terhadap Iran seiring munculnya peluang baru bagi jalur diplomasi. Langkah ini diambil Washington guna memberikan ruang bagi proses negosiasi, meskipun militer tetap mempertahankan opsi serangan lanjutan jika diperlukan.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Washington sengaja melancarkan serangan dalam skala terbatas sebelum melakukan jeda operasional. Strategi ini diterapkan agar Amerika Serikat memiliki posisi tawar yang kuat dalam meja perundingan. Meski saat ini pemerintah memilih jalur diplomatik, militer AS dilaporkan tetap menyiapkan kemungkinan operasi susulan sewaktu-waktu.

Di tengah jeda ini, aktivitas militer di kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan tetap tinggi. Pilot-pilot tempur terus menjalani latihan rutin, sementara sejumlah jet tempur disiagakan penuh untuk mengantisipasi eskalasi berikutnya. Kapten kapal induk tersebut juga telah menginstruksikan ribuan personel agar tetap dalam kondisi siaga tinggi menyusul ketegangan di kawasan yang belum mereda.

Sebelumnya, AS kembali melancarkan rangkaian serangan ke wilayah Iran sejak Rabu (8/7) malam. Hingga saat ini, tercatat sekitar 170 sasaran di berbagai wilayah Iran menjadi target operasi militer. Mayoritas serangan terkonsentrasi di wilayah selatan, namun beberapa hantaman juga dilaporkan mencapai kawasan pedalaman hingga bagian utara negara tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Iran, serangan dalam dua hari terakhir telah menyebabkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan 78 lainnya luka-luka. Pemerintah Iran menuduh militer AS sengaja menyasar infrastruktur sipil, termasuk sebuah jembatan kereta api di wilayah Aqalla yang mengalami kerusakan berat berdasarkan rekaman video yang beredar.

Penargetan terhadap infrastruktur sipil penting seperti jaringan transportasi, instalasi air, dan fasilitas kelistrikan kini menjadi sorotan. Tindakan tersebut dinilai berpotensi melanggar hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang jika terbukti menyasar fasilitas non-militer secara sengaja. (Anadolu/Fer/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |