CANTIKA.COM, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari industri hiburan Korea setelah sejumlah artis di bawah naungan One Hundred Label dan Big Planet Made Entertainment (BPM) dilaporkan mengajukan pemutusan kontrak kerja. Informasi ini pertama kali mencuat melalui laporan media Korea, The Fact, dan langsung menjadi perhatian publik.
Kasus ini melibatkan beberapa nama besar, termasuk THE BOYZ, VIVIZ, Lee Mujin, dan BE’O. Sebelumnya, Taemin juga diketahui telah lebih dulu mengakhiri kontraknya dengan BPM. Situasi ini kemudian berkembang menjadi isu yang lebih luas karena terjadi dalam waktu berdekatan.
Dugaan Masalah Pembayaran dan Transparansi
Salah satu alasan utama yang disebut dalam laporan adalah dugaan terkait pembayaran yang belum diselesaikan. Sejumlah artis disebut mempertanyakan transparansi sistem pembayaran dari agensi.
Laporan sebelumnya menyebut adanya klaim bahwa perusahaan memiliki kewajiban pembayaran kepada artis dengan nilai mencapai miliaran won, meski hal ini masih menjadi perdebatan antara kedua pihak.
Selain itu, beberapa artis juga dikabarkan meminta akses terhadap rincian keuangan, namun tidak mendapatkan respons yang memadai. Hal ini kemudian menjadi salah satu dasar pengajuan pemutusan kontrak.
Artis Ajukan Pemutusan Kontrak Secara Bertahap
Gelombang pengajuan pemutusan kontrak tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap. Taemin menjadi salah satu artis yang lebih dulu mengakhiri kerja sama dengan BPM pada awal 2026.
Setelah itu, VIVIZ, Lee Mujin, dan BE’O juga dikonfirmasi telah mengajukan permintaan serupa kepada agensi. Pihak BPM menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final dan proses masih berlangsung.
Sementara itu, untuk kasus THE BOYZ, agensi dilaporkan tidak menerima permintaan pemutusan kontrak tersebut dan menyatakan keberatan atas tuntutan yang diajukan.
Respons Agensi Bantah Sejumlah Tuduhan
Di sisi lain, One Hundred Label telah memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang beredar. Pihak agensi menyatakan bahwa isu pembayaran yang disebut sebagai “belum terselesaikan” sebenarnya masih dalam tahap diskusi sesuai dengan kontrak masing-masing artis.
Agensi juga menegaskan bahwa laporan yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta dan menyebut akan mengambil langkah hukum terhadap informasi yang dianggap tidak akurat.
Mereka juga menekankan bahwa aktivitas artis tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada gangguan operasional yang signifikan.
Profil Singkat BPM Entertainment
Sebagai informasi, BPM Entertainment merupakan perusahaan hiburan Korea Selatan yang didirikan pada 2021 dan berada di bawah naungan One Hundred Label.
Perusahaan ini menaungi sejumlah artis K-pop dan solois, termasuk VIVIZ, Lee Mujin, dan BE’O, serta dikenal aktif dalam industri musik Korea dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi Masih Berkembang
Hingga kini, konflik antara artis dan agensi masih berlangsung dan belum mencapai penyelesaian akhir. Proses diskusi maupun potensi langkah hukum masih terbuka dari kedua belah pihak.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan banyak artis sekaligus serta menyoroti hubungan kerja antara artis dan agensi di industri hiburan Korea. Menurut kamu bagaimana?
Pilihan Editor: 9 Destinasi Wisata Ramah Muslim di Jawa Barat dari Alam hingga Wisata Budaya
THE FACT | X | INSTAGRAM
Carolyn Nathasa Dharmadhi
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)









