PERUSAHAAN kedirgantaraan SpaceX menetapkan peluncuran perdana Starship versi 3 pada 19 Mei 2026 dari fasilitas Starbase di Texas Selatan. Waktu peluncuran dijadwalkan pukul 18.30 waktu Timur AS (ET) atau sekitar 05.30 WIB pada 20 Mei 2026.
Dalam pengumuman pada 12 Mei, SpaceX menyebut Starship versi 3 akan menjalani penerbangan uji suborbital bertajuk Flight 12. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan wet dress rehearsal (gladi bersih basah) dengan mengisi bahan bakar pada tahap atas Starship dan booster Super Heavy di landasan peluncuran.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Versi terbaru ini membawa sejumlah peningkatan, termasuk mesin Raptor yang diperbarui serta penggunaan landasan peluncuran baru di Starbase. SpaceX mengatakan tujuan utama uji penerbangan ini adalah untuk mendemonstrasikan setiap bagian baru tersebut di lingkungan penerbangan untuk pertama kalinya.
“Dengan setiap elemen arsitektur Starship mengalami desain ulang signifikan untuk memungkinkan penggunaan ulang penuh dan cepat yang menggabungkan pembelajaran dari bertahun-tahun pengembangan dan pengujian,” kata SpaceX dikutip dari laporan Space News, 13 Mei 3026.
Dalam misi ini, booster Super Heavy tidak akan kembali ke lokasi peluncuran dan akan melakukan splashdown (pendaratan) lunak di Teluk Meksiko. Sementara itu, tahap atas Starship akan melepaskan 22 simulator massa yang meniru satelit Starlink generasi berikutnya.
Dua di antaranya membawa muatan pencitraan untuk memindai pelindung panas kendaraan. SpaceX menyebut pengujian ini bertujuan memastikan kesiapan pelindung termal untuk mendukung proses masuk kembali ke atmosfer dan pendaratan pada misi berikutnya.
Starship juga akan menyalakan ulang satu mesin Raptor di luar angkasa, seperti pada penerbangan sebelumnya. Saat reentry, kendaraan akan melakukan manuver yang sengaja dirancang untuk memberi tekanan pada sistem serta mensimulasikan pendaratan di masa depan.
Perusahaan sebelumnya memperkirakan Flight 12 bisa dilakukan paling cepat Januari 2026, namun jadwal tersebut mundur setelah booster Super Heavy yang disiapkan untuk misi ini mengalami kerusakan saat pengujian pada November.
CEO SpaceX Elon Musk sempat mengatakan pada akhir Januari bahwa peluncuran akan terjadi sekitar enam minggu setelahnya. Jadwal kembali bergeser pada Maret dan April, tanpa penjelasan rinci dari perusahaan.
Starship versi 3 menjadi penting bagi SpaceX karena akan digunakan untuk misi orbital, termasuk peluncuran satelit Starlink generasi baru serta peran sebagai pendarat Bulan dalam program Artemis NASA. “Ini benar-benar akan menjadi roket produksi kami,” ujar Wakil Presiden Peluncuran SpaceX Kiko Dontchev dalam sebuah konferensi pada November lalu.




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469659/original/035473400_1768147710-AP26011538947384.jpg)