Bek Argentina Cristian Romero.(Dok. BBC)
Bek Timnas Argentina, Cristian Romero, memberikan peringatan keras kepada rekan-rekannya untuk segera membenahi sektor pertahanan menjelang laga krusial perempat final Piala Dunia 2026. La Albiceleste dijadwalkan menghadapi Swiss di Kansas City Stadium pada Minggu (11/7) waktu setempat.
Meski Argentina berhasil melaju sejauh ini, Romero merasa tidak puas dengan catatan defensif tim. Dalam dua pertandingan terakhir di fase gugur, gawang juara bertahan tersebut telah bobol sebanyak empat kali. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemain Tottenham Hotspur tersebut.
Kekecewaan Romero atas Rapuhnya Lini Belakang
Berbicara seusai sesi latihan di Kansas City, Romero menegaskan bahwa soliditas lini belakang akan menjadi kunci untuk melewati hadangan Swiss. Ia mengakui ada perasaan kecewa setiap kali timnya gagal menjaga kesucian gawang.
"Kami dalam kondisi baik, tetapi tentu harus tampil lebih baik lagi karena kami kebobolan empat gol dalam dua pertandingan terakhir. Kami kecewa ketika kebobolan," ujar Romero sebagaimana dikutip dari Mundo Albiceleste.
Pemain yang akrab disapa Cuti ini juga menyatakan kesiapannya dan seluruh skuad untuk menjalankan instruksi pelatih Lionel Scaloni. "Kami siap untuk pelatih. Kami senang dengan cara kami bermain dan berada di sini untuk membantu tim," tambahnya.
Fokus Penuh Tanpa Terganggu Opini Luar
Menjelang laga hidup-mati tersebut, Romero meminta rekan setimnya untuk menutup telinga dari berbagai spekulasi atau komentar pihak luar. Baginya, fokus pada persiapan internal jauh lebih penting daripada menanggapi opini publik.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami tidak mendengarkan apa yang dikatakan pemain lain atau siapa pun. Semua orang punya pendapat, tetapi kami fokus pada pertandingan besok karena itu yang paling penting," tegasnya.
Perjalanan Terjal Menuju Perempat Final
Langkah Argentina menuju babak delapan besar memang tergolong dramatis. Di babak 32 besar, mereka harus bersusah payah mengalahkan Tanjung Verde dengan skor 3-2. Tren skor ketat berlanjut di babak 16 besar, di mana Lionel Messi dkk sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya bangkit dan menundukkan Mesir 3-2.
Secara total, Argentina telah kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan terakhir mereka. Statistik ini berbanding terbalik dengan calon lawan mereka, Swiss.
Swiss dalam Tren Positif
Tim asuhan Murat Yakin datang dengan kepercayaan diri tinggi. Swiss melaju ke perempat final setelah mengandaskan Aljazair 2-0 dan menyingkirkan Kolombia lewat drama adu penalti. Kiper Gregor Kobel menjadi sosok kunci setelah tampil heroik dalam babak tos-tosan tersebut.
Swiss saat ini memegang rekor tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan beruntun. Mereka berambisi mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Secara historis, Argentina memang unggul dengan selalu menang dalam dua pertemuan melawan Swiss di ajang Piala Dunia. Salah satu yang paling diingat adalah kemenangan tipis 1-0 lewat gol Angel Di Maria pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 silam. Namun, dengan kondisi pertahanan yang sedang disorot, laga di Kansas City diprediksi akan berjalan jauh lebih ketat. (Z-10)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)













