Argentina Selangkah Lagi ke Semifinal, Swis Siap Ciptakan Kejutan

2 weeks ago 28
Argentina Selangkah Lagi ke Semifinal, Swis Siap Ciptakan Kejutan Argentina menghadapi Swis pada perempat final Piala Dunia 2026. Lionel Messi dan kawan-kawan memburu tiket semifinal, sementara Swis bertekad mencetak sejarah.(MI/AI)

ARGENTINA akan melanjutkan perjuangan mempertahankan gelar juara saat menghadapi Swis pada laga perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7) pagi WIB. Bertanding di Kansas City, La Albiceleste berpeluang mengamankan tiket ke semifinal, di mana mereka akan menghadapi pemenang duel Inggris kontra Norwegia.

Juara bertahan datang ke babak delapan besar setelah melalui dua pertandingan yang penuh tekanan. Usai bersusah payah menyingkirkan debutan Piala Dunia, Tanjung Verde, Argentina kembali dipaksa bekerja keras ketika menghadapi Mesir di babak 16 besar.

Tim asuhan Lionel Scaloni sempat tertinggal dua gol hingga menit ke-79. Namun, semangat pantang menyerah serta sejumlah keputusan VAR yang menjadi sorotan membantu Argentina membalikkan keadaan secara dramatis.

Cristian Romero membuka peluang kebangkitan sebelum Lionel Messi menebus kegagalannya mengeksekusi penalti dengan mencetak gol penyama kedudukan. Enzo Fernandez kemudian memastikan kemenangan melalui gol penentu di penghujung laga, sekaligus membawa Argentina lolos ke perempat final.

Kemenangan tersebut memperpanjang tren positif La Albiceleste menjadi 12 kemenangan beruntun sejak September tahun lalu. Kini, mereka hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.

Meski beberapa pemain inti mulai menunjukkan faktor usia, kombinasi pengalaman, kualitas teknik, dan mental juara masih menjadi kekuatan utama Argentina sepanjang turnamen.

Sejak kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2022, Argentina belum terkalahkan dalam 11 pertandingan Piala Dunia secara beruntun. 

Dalam seluruh laga tersebut, mereka selalu mampu mencetak sedikitnya dua gol, yang menjadi rekor terbaik sepanjang sejarah tim nasional.

Catatan pertemuan juga berpihak kepada wakil Amerika Selatan itu. Argentina memenangkan dua duel sebelumnya melawan Swis di turnamen besar, yakni 2-0 pada Piala Dunia 1966 dan 1-0 pada edisi 2014 di Brasil.

Secara keseluruhan, Swis belum pernah mengalahkan Argentina dalam tujuh pertemuan terakhir, sehingga tantangan yang dihadapi tim asuhan Murat Yakin diperkirakan tidak akan mudah.

Di sisi lain, Swis tampil konsisten sepanjang turnamen meski tidak terlalu mencolok. Mereka membuka perjalanan dengan hasil imbang melawan Qatar sebelum bangkit dengan kemenangan 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina serta menundukkan tuan rumah Kanada 2-1.

Status juara Grup B kemudian membawa Swis melaju ke fase gugur. Mereka berhasil menyingkirkan Aljazair sebelum mengalahkan Kolombia lewat adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol.

Dalam pertandingan tersebut, kiper Gregor Kobel tampil sebagai pahlawan dengan sejumlah penyelamatan penting yang mengantar Swis menang 4-3 pada babak adu penalti.

Murat Yakin menerapkan pendekatan yang lebih pragmatis dengan menitikberatkan organisasi pertahanan. Strategi tersebut terbukti efektif karena Swis belum pernah tertinggal sepanjang kampanye Piala Dunia kali ini, termasuk sejak fase kualifikasi.

Kini, sebagai salah satu dari enam wakil Eropa yang masih bertahan di babak delapan besar, Swis harus melewati hadangan juara bertahan jika ingin mencatat sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.

Di kubu Argentina, Lionel Messi tetap menjadi andalan meski telah dua kali gagal mengeksekusi penalti sepanjang turnamen. Kapten berusia 39 tahun itu masih memimpin persaingan perebutan Sepatu Emas dengan koleksi delapan gol.

Messi diperkirakan kembali memimpin lini serang bersama Julian Alvarez atau Lautaro Martinez. Nama terakhir tampil impresif setelah menyumbang assist untuk gol kemenangan Enzo Fernandez saat menghadapi Mesir.

Persaingan memperebutkan posisi bek kiri juga masih terbuka antara Facundo Medina dan Nicolas Tagliafico.

Lionel Scaloni diperkirakan dapat menurunkan skuad terbaiknya karena seluruh pemain inti berada dalam kondisi bugar.

Sebaliknya, Swis masih memantau kondisi tiga pemainnya, yakni Michel Aebischer, Luca Jaquez, dan Johan Manzambi.

Manzambi, yang sebelumnya mencetak tiga gol sepanjang turnamen, absen pada laga babak 16 besar akibat cedera lutut. Posisinya digantikan Ardon Jashari, yang berpeluang kembali dipercaya sebagai starter.

Di lini depan, Breel Embolo tetap menjadi ujung tombak utama. Penyerang Rennes tersebut telah berkontribusi langsung dalam 13 gol dari 17 penampilan internasional terakhirnya.

Meski tampil kurang menonjol saat menghadapi Kolombia dengan tanpa satu pun tembakan ke gawang dan hanya sekali menyentuh bola di kotak penalti lawan, Embolo diperkirakan tetap menjadi pilihan utama dibandingkan Zeki Amdouni maupun Cedric Itten. (Sportsmole/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |