Argentina Sambut Kepulangan Timnas Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026

9 hours ago 4
Argentina Sambut Kepulangan Timnas Meski Gagal Juara Piala Dunia 2026 Warga Buenos Aires menyambut kedatangan para pemain timnas Argentina yang kembali usai tampil di Piala Dunia 2026.(AFP/TOMAS CUESTA)

KEKALAHAN di partai final Piala Dunia 2026 tidak menyurutkan semangat publik Argentina untuk memberikan penghormatan kepada pahlawan mereka. Ribuan suporter memadati jalanan Buenos Aires pada Selasa (21/7) WIB guna menyambut kepulangan skuad Albiceleste, meskipun sang kapten, Lionel Messi, tidak ikut dalam rombongan utama tersebut.

Di bawah guyuran hujan dan cuaca dingin, atmosfer perayaan tetap terasa hangat dengan nyanyian, tarian, dan pesta kembang api. Kehadiran massa ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan timnas Argentina yang berhasil mencapai babak final sebelum akhirnya takluk 0-1 dari timnas Spanyol.

Penyambutan Tanpa Lionel Messi

Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa tidak seluruh pemain kembali ke tanah air dalam satu penerbangan.

Lionel Messi menjadi salah satu pemain yang absen dalam rombongan yang mendarat di Buenos Aires tersebut. Meski tanpa kehadiran sang megabintang yang kini berusia 39 tahun, antusiasme warga tidak luntur.

Setibanya di bandara, pelatih Lionel Scaloni beserta anggota tim disambut dengan prosesi karpet merah dan iringan marching band militer. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus terbuka menuju pusat kota, melintasi lautan manusia yang melambaikan tangan di sepanjang rute perjalanan.

"Kami tetap akan merayakannya. Messi sudah membuat kami bahagia selama bertahun-tahun. Saya berharap dia belum berhenti membela Argentina," ujar Marga Ledezma, salah satu warga yang hadir di lokasi penyambutan.

Kebanggaan di Tengah Kontroversi

Perjalanan Argentina di turnamen ini tidak lepas dari sorotan tajam. Laga final melawan Spanyol diwarnai tensi tinggi dan banyaknya pelanggaran yang menjadi bahan pembicaraan media internasional. Namun, bagi para pendukung, kritik tersebut justru menjadi bukti ketangguhan mental tim.

Selain laga final, kemenangan 2-1 atas Inggris di babak semifinal juga menjadi momen yang paling membekas bagi suporter. Dalam laga tersebut, isu politik sempat mencuat ketika beberapa pemain membentangkan spanduk bertuliskan "Kepulauan Malvinas milik Argentina". Aksi ini memicu penyelidikan dari FIFA terkait pesan politik di dalam lapangan.

"Spanyol memang pantas menang, tetapi saya tetap bangga dengan apa yang sudah diberikan tim ini kepada kami," kata Maria Ortiz, pendukung lainnya.

Hari Libur Nasional dan Insiden Obelisk

Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian tim nasional, Presiden Argentina Javier Milei mengumumkan rencana penetapan satu hari libur nasional. Tanggal pelaksanaan libur tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak skuad Albiceleste.

Catatan Keamanan: Perayaan di kawasan Obelisk pada malam sebelumnya sempat diwarnai kericuhan kecil. Pihak kepolisian terpaksa menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang mulai tidak terkendali. Sedikitnya 15 orang dilaporkan telah diamankan oleh pihak berwenang.

Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, kepulangan timnas Argentina tetap menjadi simbol persatuan bagi negara tersebut, membuktikan bahwa kecintaan publik terhadap sepak bola melampaui hasil akhir di papan skor. (AFP/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |