Antisipasi Dampak Gunung Anak Krakatau, Pemkot Sukabumi masih Berlakukan Pembelajaran Daring

2 hours ago 1
Antisipasi Dampak Gunung Anak Krakatau, Pemkot Sukabumi masih Berlakukan Pembelajaran Daring PEMBELAJARAN DARING: Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memastikan pembelajaran daring diterapkan di Kota Sukabumi sebagai antisipasi paparan abu vulkanik.(Dok Humas Pemkot Sukabumi)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi, menerapkan kebijakan pembelajaran secara daring (online) atau pembelajaran jarak jauh. Langkah itu diambil sebagai upaya antisipasi dampak paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memandang perlu mengeluarkan kebijakan tersebut karena dari sisi medis, abu vulkanik yang terhirup bisa berdampak terhadap kesehatan. Pembelajaran secara daring dinilai akan cukup efektif menghindari dampaknya. 

"Pembelajaran daring diberlakukan bagi semua tingkatan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, dan SMP," kata Ayep, Selasa (8/9). 

Pembelajaran secara daring sudah diberlakukan sejak Senin (7/9). Pemberlakuan pembelajaran daring bersifat situasional melihat perkembangan kondisi paparan abu vulkanik.

"Kami sudah menyebaran surat edaran ke semua satuan pendidikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi," tegasnya.

Selain itu, Pemkot Sukabumi juga menjalin koordinasi lintas sektor. Salah satunya dengan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat yang membawahi satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB terkait penerapan kebijakan pembelajaran daring.

"Kami juga sudah mengimbau masyarakat mewaspadai dampak sebaran abu vulkanik. Misalnya tidak banyak beraktivitas di luar ruangan. Kalaupun kondisinya mendesak, wajib memakai masker untuk mencegah agar tak menghirup abu vulkanik," pungkasnya. (BB/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |