Sejumlah pekerja bangunan memperbaiki saluran air di wilayah Kota Depok, Jawa Barat .(MI/Kisar Rajagukguk-HO)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) gencar melakukan perbaikan infrastruktur sebagai langkah antisipasi bencana hidrometeorologi.
Sebanyak 88 saluran air di berbagai wilayah Kota Depok kini tengah diperbaiki untuk mencegah potensi banjir saat musim penghujan tiba.
Beberapa titik krusial yang menjadi fokus perbaikan di antaranya adalah saluran air sepanjang 119 meter di Kali Sekunder Cabang Barat, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, serta saluran air di Jalan Sakura, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok.
NORMALISASI KALI CABANG BARAT
Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah, menjelaskan bahwa saluran air sepanjang 119 meter di Kelurahan Cipayung yang dilintasi Kali Cabang Barat tersebut diperbesar kapasitasnya.
"Sebab saluran air itu mengalirkan air dari saluran penghubung di wilayah Cipayung, baru dibuang ke Kali di bagian hilir," kata Bahtiar ketika dihubungi, Jumat (10/7).
Menurut Bahtiar, keberadaan Kali Cabang Barat ini memiliki peran yang sangat strategis dalam memitigasi risiko banjir di wilayah hilir Kota Depok.
"Ini tempat yang sangat, sangat, sangat strategis untuk mengatasi salah satu persoalan banjir yang ada di Kota Depok. Karena di sinilah pertemuan antara Sungai Ciliwung dengan Kali Cabang Barat," katanya.
Bahtiar menuturkan, Kali Cabang Barat juga disebut menjadi tumpuan bagi aliran air dari hulu. Sebelum dilakukan perbaikan, kondisi saluran air di Kali Cabang Barat tergolong kecil dan mampat.
Hal ini menyebabkan aliran air dari daerah Cipayung tersendat, hingga memicu genangan di jalan raya saat hujan deras maupun banjir di kawasan permukiman setinggi 40 sentimeter.
PROGRES PEMBANGUNAN
Guna mengoptimalkan daya tampung air, saluran tersebut kini diperbaiki menggunakan teknologi modern dengan dimensi tinggi 1 meter dan lebar 1 meter. Bahkan, pada beberapa ruas tertentu, ketinggian saluran dibuat mencapai hingga 2 meter.
Pengerjaan saluran itu, kata Bahtiar, meliputi pengerukan lumpur, perbaikan u-ditch, perbaikan dinding saluran, pembuatan saluran baru, penebangan pohon, pengaspalan, dan penataan lainnya. setelah seluruh proses struktural selesai, akses jalan di atasnya akan segera dipulihkan. "Jalan ini akan diaspal, pengaspalan dilakukan oleh pihak Bina Marga," ucapnya.
Dalam proyek ini, Dinas PUPR Depok mengerahkan sedikitnya 154 personel lapangan. Hingga saat ini, progres fisik pengerjaan telah mencapai sekitar 70% dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Juli 2026.
"Wilayah Cipayung, Sawangan dan Cinere termasuk kawasan banjir. Dengan direhabilitasinya Kali Cabang Barat, saat hujan dapat mengalir lancar," pungkasnya. (KG/P-2)

















































