Gelombang panas laut ekstrem melanda perairan Inggris akibat fenomena kubah panas. Ilmuwan peringatkan risiko kematian massal spesies laut.(BBC)
FENOMENA gelombang panas laut (marine heatwave) diprediksi akan mencapai tingkatan "ekstrem" di beberapa wilayah perairan Inggris. Met Office (Badan Meteorologi Inggris) memperingatkan bahwa lonjakan suhu ini berpotensi mengancam kelangsungan hidup ekosistem dan biota laut di wilayah tersebut.
Saat ini, gelombang panas laut paling kuat terdeteksi di lepas pantai timur dan selatan Inggris. Di beberapa titik, suhu permukaan laut bahkan diperkirakan melonjak hingga 4 hingga 5 derajat Celsius di atas rata-rata normal.
Fenomena ini dipicu efek "kubah panas" (heat domes) yang sebelumnya telah membawa rekor suhu udara tertinggi sepanjang Mei dan Juni. Kondisi ini kian diperparah oleh tren pemanasan samudra jangka panjang akibat perubahan iklim global.
Ancaman Nyata bagi Habitat Laut
Peningkatan suhu laut yang berkepanjangan dapat memicu kematian massal pada beberapa spesies, seperti lamun (seagrass) dan kerang-kerangan. Habitat penting seperti hutan kelp dan padang lamun tumbuh subur di perairan yang lebih dingin. Ketika suhu melonjak tajam, tanaman-tanaman laut ini mengalami stres berat akibat panas.
Kondisi tersebut tidak hanya menghambat pertumbuhan mereka, tetapi juga berisiko menyebabkan kematian massal. Dampak domino dari hancurnya habitat ini dipastikan akan memengaruhi spesies laut lain yang bergantung pada ekosistem tersebut.
Inggris sebenarnya bukan pertama kali mengalami gelombang panas laut. Namun, para ilmuwan khawatir bahwa fenomena kali ini akan terjadi lebih intens dan bertahan lebih lama, khususnya di wilayah Selat Inggris (English Channel) dan Laut Utara bagian selatan.
"Kita mulai melihat suhu laut yang biasanya baru terjadi di puncak musim panas, yaitu pada akhir Agustus," ujar Dr. Zoe Jacobs dari National Oceanography Centre di Southampton.
"Jadi, jika fenomena ini terus berlanjut... kita mungkin akan mulai melihat dampak serius pada sistem ekologi."
Pergeseran Jangka Panjang
Selain ancaman kematian massal, para peneliti juga mencatat adanya pergeseran jangka panjang pada kehidupan laut di Inggris. Spesies yang terbiasa dengan air dingin, seperti ikan kod, kini mulai bermigrasi lebih jauh ke utara. Sebaliknya, populasi makhluk laut yang menyukai air hangat, seperti gurita, justru dilaporkan meningkat di sekitar wilayah barat daya Inggris.
Meski siklus alami dan aktivitas penangkapan ikan turut memengaruhi populasi makhluk-makhluk ini, sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa pemanasan suhu laut memegang peran krusial dalam perubahan ekosistem tersebut. (BBC/Z-2)

















































