Ambisi Liga Champions Inter Milan: Lautaro Martinez Tegaskan bukan Obsesi

13 hours ago 1
 Lautaro Martinez Tegaskan bukan Obsesi Penyerang Inter Milan Lautaro Martinez saat konferensi pers menjelang laga Liga Champions kontra Real Madrid(AFP/Pierre-Philippe MARCOU)

KAPTEN Inter Milan, Lautaro Martinez, menegaskan bahwa memenangkan trofi Liga Champions adalah target utama timnya musim ini. Namun, penyerang asal Argentina tersebut menekankan bahwa ambisi besar Nerazzurri tidak boleh berubah menjadi sebuah obsesi yang membebani langkah tim.

Pernyataan ini muncul menjelang laga pembuka fase grup Liga Champions musim ini, ketika Inter dijadwalkan bertandang ke markas Real Madrid di Santiago Bernabeu pada Rabu (8/9). Martinez ingin rekan-rekannya fokus pada proses kompetisi yang panjang.

"Ini hanyalah target. Kami semua berambisi, tetapi ini bukan sebuah obsesi," ujar Martinez sebagaimana dikutip dari laman resmi Inter pada Selasa (7/9).

Reuni Bersejarah di Santiago Bernabeu

Pertandingan melawan Real Madrid kali ini membawa nuansa nostalgia sekaligus persaingan baru. Inter Milan terakhir kali mengangkat trofi Si Kuping Besar pada 2010, sebuah momen bersejarah yang diraih di bawah asuhan Jose Mourinho. Saat itu, Cristian Chivu masih aktif bermain sebagai pilar pertahanan Inter.

Kini, keduanya kembali bertemu namun berada di kubu yang berseberangan. Chivu telah naik kelas menjadi pelatih Inter Milan, sementara Jose Mourinho kini menakhodai Real Madrid. Pertemuan ini menjadi ujian taktik bagi Chivu melawan mantan mentornya tersebut.

Bayang-bayang Kegagalan Masa Lalu

Inter Milan sebenarnya memiliki tren positif dengan mencapai dua final dalam tiga tahun terakhir, yakni pada 2023 dan 2025. Namun, kedua kesempatan tersebut berakhir dengan kekecewaan setelah mereka dikalahkan oleh Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG).

Kekalahan dari PSG pada final 2025 menjadi luka yang paling dalam. Skor telak 0-5 tidak hanya menggagalkan ambisi juara, tetapi juga tercatat sebagai kekalahan dengan margin terbesar dalam sejarah final Liga Champions. Tren negatif ini berlanjut musim lalu ketika Inter secara mengejutkan disingkirkan oleh Bodo/Glimt pada babak play-off fase gugur.

Statistik Mengkhawatirkan Inter Milan:

  • Kalah 5 kali dari 6 pertandingan terakhir di Liga Champions musim lalu.
  • Gagal mencetak gol dalam 3 pertemuan terakhir melawan Real Madrid.
  • Hanya menang 1 kali dalam periode akhir kampanye Eropa musim lalu.

Tantangan Menghadapi Real Madrid

Selain faktor mental, catatan statistik juga tidak berpihak pada Inter saat bertemu Los Blancos. Inter selalu menelan kekalahan dan gagal menyarangkan satu gol pun dalam tiga pertemuan terakhir melawan Madrid.

Jika kembali gagal mencetak gol di Bernabeu, Inter akan menyamai rekor buruk mereka saat menghadapi Barcelona pada periode 2003-2009, di mana mereka mandul dalam empat laga beruntun di kompetisi Eropa.

Performa Inter di kancah kontinental memang sedang menurun drastis. Lima kekalahan dari enam laga terakhir di Liga Champions musim lalu setara dengan jumlah kekalahan yang mereka alami dalam 39 pertandingan sebelumnya (25 menang, 9 imbang).

Laga melawan Real Madrid akan menjadi pembuktian apakah ambisi yang disuarakan Lautaro Martinez bisa diwujudkan di atas lapangan. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |