Ilustrasi(Magnific)
BAGI banyak orang, secangkir kopi menjadi dapat menjadi bahan bakar untuk memulai hari. Tak sedikit pula yang memilih meminumnya sesaat setelah bangun tidur, bahkan sebelum menyantap sarapan.
Namun, kebiasaan ini kerap memunculkan pertanyaan. Benarkah minum kopi saat perut kosong dapat membahayakan kesehatan, terutama lambung? Atau anggapan tersebut hanyalah mitos yang belum terbukti secara ilmiah?
Mengacu pada ulasan di laman Healthline yang ditulis oleh ahli gizi Alina Petre, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa minum kopi saat perut kosong berbahaya bagi kebanyakan orang. Meski demikian, respons tubuh terhadap kopi dapat berbeda pada setiap individu.
Benarkah Kopi Memicu Gangguan Pencernaan?
Salah satu alasan mengapa kopi sering dianggap berbahaya saat diminum sebelum makan adalah karena minuman ini dapat merangsang produksi asam lambung. Rasa pahit pada kopi memang diketahui mampu meningkatkan sekresi asam di lambung.
Akibatnya, banyak orang beranggapan kopi dapat mengiritasi lambung, memperparah gejala sindrom iritasi usus besar (IBS), memicu rasa panas di dada (heartburn), refluks asam, mual, maag, hingga gangguan pencernaan lainnya.
Meski demikian, hasil penelitian belum menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan munculnya berbagai gangguan pencernaan tersebut. Penelitian juga tidak menunjukkan bahwa minum kopi saat perut kosong lebih berbahaya dibandingkan mengonsumsinya setelah makan.
Sebagian kecil orang memang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap kopi. Mereka dapat mengalami keluhan seperti mual, heartburn, muntah, atau rasa tidak nyaman di perut. Namun, tingkat keparahan gejala tersebut umumnya tidak dipengaruhi oleh apakah kopi diminum sebelum atau sesudah makan.
Karena itu, setiap orang disarankan memperhatikan respons tubuh masing-masing. Jika keluhan pencernaan muncul ketika kopi diminum saat perut kosong, tetapi berkurang setelah makan, mengubah waktu minum kopi bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Bagaimana Pengaruhnya terhadap Hormon Stres?
Selain itu, minum kopi saat perut kosong juga sering disebut dapat meningkatkan hormon stres, yaitu kortisol.
Kortisol merupakan hormon yang diproduksi kelenjar adrenal dan berperan penting dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, serta kadar gula darah. Secara alami, kadar hormon ini memang berada pada titik tertinggi pada pagi hari ketika seseorang baru bangun tidur, kemudian menurun secara bertahap sepanjang hari.
Kafein dalam kopi memang dapat merangsang produksi kortisol. Namun, menurut sejumlah penelitian yang dikutip Healthline, peningkatan tersebut cenderung kecil pada orang yang rutin mengonsumsi kopi. Bahkan, beberapa studi tidak menemukan adanya peningkatan kadar kortisol sama sekali.
Sementara itu, bagi orang yang jarang mengonsumsi kopi, kenaikan kadar kortisol umumnya hanya bersifat sementara. Hingga kini belum ada bukti bahwa peningkatan sesaat tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.
Dengan kata lain, risiko kesehatan akibat kadar kortisol tinggi lebih sering berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti sindrom Cushing, dibandingkan kebiasaan minum kopi.
Efek Samping Kopi Tetap Perlu Diperhatikan
Meski belum terbukti berbahaya jika diminum saat perut kosong, kopi tetap memiliki sejumlah efek samping yang perlu diperhatikan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kandungan kafein dapat menyebabkan ketergantungan pada sebagian orang. Konsumsi kopi secara rutin juga membuat tubuh beradaptasi terhadap kafein sehingga seseorang membutuhkan jumlah yang lebih banyak untuk memperoleh efek yang sama.
Asupan kafein yang berlebihan juga dapat memicu rasa cemas, gelisah, jantung berdebar, memperburuk serangan panik, sakit kepala, migrain, hingga meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang.
Oleh karena itu, para ahli umumnya menyarankan agar konsumsi kafein dibatasi hingga sekitar 400 miligram per hari atau setara dengan empat sampai lima cangkir kopi bagi orang dewasa yang sehat.
Selain itu, efek kafein dapat bertahan hingga sekitar tujuh jam sehingga minum kopi terlalu sore atau malam berpotensi mengganggu kualitas tidur.
Bagi ibu hamil, konsumsi kopi juga perlu dibatasi. Pasalnya, kafein dapat melewati plasenta dan bertahan lebih lama di dalam tubuh ibu maupun janin. Karena itu, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi tidak lebih dari satu hingga dua cangkir kopi per hari.
Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia, belum ada alasan kuat untuk menyatakan bahwa minum kopi saat perut kosong berbahaya bagi kebanyakan orang. Efek yang ditimbulkan pada tubuh umumnya tidak berbeda dibandingkan ketika kopi diminum setelah makan.
Meski demikian, toleransi setiap orang terhadap kopi tidaklah sama. Sebagian orang mungkin tidak mengalami masalah apa pun, sementara yang lain bisa merasakan gangguan pencernaan atau keluhan lain ketika mengonsumsinya sebelum makan. (Healthline/Z-2)

















































